Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menanggapi puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri di acara Indonesian Fashion Week, Kamis (29/3) lalu.
Puisi berjudul “Ibu Indonesia†yang merupakan karya Sukmawati sendiri itu dinilai telah menyudutkan syariat Islam, cadar dan juga suara adzan.
"Sudah saatnya tokoh-tokoh Indonesia berkata yang menyejukan. Bukan menyinggung perasaan orang lain," ujarnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/4).
Sukmawati tidak boleh menyinggung mengenai syariat Islam, cadar, dan adzan. Sebab, Indonesia merupakan negara yang berdasar Pancasila dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.
"Kita sudah sepakat dan sudah final bahwa bangsa ini berideologi Pancasila," lanjutnya.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.