Freddy menambahkan, bahwa 10 tahun ke depan, politik dan kepemimpinan bangsa akan diwarnai dan dimotori oleh generasi muda yang saat ini berusia kurang dari 30 tahun, dikenal sebagai generasi millenial.
"Sehingga kaderisasi dan pendidikan baik dalam pemahaman ideologi negara Pancasila, maupun kemampuan dan keahlian lainnya sangat penting dalam upaya pembangunan bangsa yang berkesinambungan," kata Ketua DPP Partai Golkar bidang Organisasi dan Daerah itu dalam acara silaturahim antar kader Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang dilaksanakan di Aula DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (4/11).
Freddy menegaskan bahwa Partai Golkar mengakui kepengurusan SOKSI hasil Munas X dibawah kepemimpinan Ali Wongso. Freddy menjelaskan proses panjang rekonsiliasi SOKSI yang bermuara dalam Munas X SOKSI pada bulan Oktober yang lalu. Dengan demikian menurut Freddy, bagi Partai Golkar, masalah konflik kepengurusan SOKSI yang ada selama ini sudah selesai.
Sementara itu, Ketua Umum Depinas hasil Munas X SOKSI, Ali Wongso menegaskan aktualisasi peran pemuda dan perempuan dapat mendorong pembaruan untuk percepatan pembangunan sehingga sangat perlu ditingkatkan, termasuk diantaranya dalam pergerakan organisasi kemasyarakatan seperti SOKSI.
Ali Wongso menambahkan bahwa SOKSI adalah organisasi kemasyarakatan yang tidak mengenal diskriminasi gender. Bahkan SOKSI berharap agar para kader perempuan dapat tampil dalam penguatan jajaran kepemimpinan bangsa yang berorientasi memecahkan masalah-masalah bangsa kedepan termasuk juga perempuan jika mau dapat menjadi Ketua Umum SOKSI dimasa datang.
"SOKSI akan secara konsisten mendorong kader perempuan agar proaktif mengaktualisasi diri dan mengambil peranan baik dalam bentuk kegiatan maupun kontribusi gagasan demi kemajuan bangsa," kata Ali.
Acara tersebut juga dihadiri para tokoh senior SOKSI seperti Oetojo Oesman, Lili Asdjudireja dan segenap jajaran pengurus DEPINAS SOKSI periode 2017-2022.
[san]
BERITA TERKAIT: