Apalagi dalam pertemuan yang dilakukan pada Agustus 2017 itu, Prabowo mengajak Anies Baswedan yang berstatus sebagai gubernur DKI Jakarta terpilih.
Partai Gerindra dan PKS adalah partai pengusung Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Pertemuan itu menciderai Prabowo sendiri," kata Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) Dr. Mukhaer Pakkanna kepada redaksi, Senin (24/10).
Jelas Mukhaer, Prabowo tidak tepat menerima para pengembang pulau reklamasi di tengah sikap dan janji Anies-Sandi yang akan menghentikan mega proyek tersebut.
Harusnya lanjut dia, Prabowo tidak melakukan blunder politik yang bisa menguras elektabilitasnya jelang Pilpres 2019.
"Mengambil hati rakyat saja, selesai. Dengan menerima pengembang, publik beranggapan apa bedanya Prabowo dengan Luhut?" ujar Mukhaer.
Untuk itu, wakil ketua MEK PP Muhammadiyah ini meminta Prabowo dan Gerindra harus menyampaikan kepada publik apa isi dari pertemuan tersebut.
"Ayo, buka saja semua, jangan ada yang diumpetin," tukas Mukhaer.
[rus]
BERITA TERKAIT: