Menakar Calon Gubernur Pilihan Masyarakat Jatim

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 10 Agustus 2017, 18:04 WIB
Menakar Calon Gubernur Pilihan Masyarakat Jatim
Net
rmol news logo Indonesia Development Monitoring (IDM) menggelar survei menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Untuk menakar peta kekuatan politik di Jatim.

Survei yang mengangkat tema 'Siapa Gubernur Yang dipilih Masyarakat Jatim' diselenggarakan pada 18-30 Juli meliputi 38 kabupaten/kota dengan metode multistage random sampling. Terdapat 1816 responden yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap pada pilpres 2014 diambil dari sebanyak 30.639.982 pemilih dengan tingkat kesalahan (margin of error) plus minus 2,3 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

"Dari pemetaan survei awal terkait nama-nama tokoh yang disebut oleh masyarakat di seluruh pelosok Jawa Timur dan menjadi berita di media cetak maupun online maupun nasional terdapat tujuh nama yang dianggap layak untuk menjadi calon gubernur Jawa Timur, yaitu Saifullah Yusuf, Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, La Nyala Mataliti, Khofifah Indar Parawansa, Imam Nachrawi, dan Kusnadi," jelas Direktur Executive IDM Andri Gunawan dalam keterangannya (Kamis, 10/8).

Dia menjelaskan, dari kriteria kemampuan dan sifat gubernur yang diinginkan masyarakat Jatim, sebanyak 16,3 persen responden menginginkan gubernur jujur, sedangkan yang menginginkan gubernur mampu mengatasi masalah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebanyak 59,8 persen. Kemudian ang menginginkan gubernur bersih dari korupsi sebanyak 17, 7 persen, dan yang menginginkan gubernur dekat dengan masyarakat sebanyak 6,2 persen.

Dari sisi popularitas, Saifullah Yusuf yang saat ini menjabat wagub Jatim hanya memperoleh sebanyak 81,3 persen dukungan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebanyak 88,7 persen, dan Khofifah Indar Parawangsa yang masih menjabat menteri sosial mendapat 88,9 persen. Sementara, mantan Ketua PSSI La Nyalla Mataliti memiliki tingkat popularitas 88,8 persen, kemudian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebesar 51,7 persen, dan Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nachrawi 53,7 persen, juga Kusnadi yang merupakan ketua DPD PDI Perjuangan Jatim memiliki tingkat popularitas 50,3 persen.

Tingkat akseptabilitas masyarakat Jatim menunjukkan nama Saifullah Yusuf hanya diterima oleh 61,7 persen responden, sedangkan La Nyalla Mataliti mendapat 76,9 persen.

"Ini menunjukkan La Nyalla Mataliti tokoh yang paling banyak diterima oleh masyarakat Jawa Timur dibandingkan dengan Tri Rismaharini yang hanya memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 70,7 persen. Kemudian Khofifah Indar Parawansa 75,5 persen, lalu Imam Nachrawi 51,2 persen, serta Abdullah Azwar Anas sebesar 50,3 persen dan Kusnadi 47,3 persen," papar Andri.

Dari tingkat kapabilitas, hasil survei menunjukkan bahwa La Nyalla Mataliti menjadi tokoh yang paling tinggi dinilai responden layak memimpin Jatim yaitu sebesar 78,7 persen.

"Masyarakat menilai pengalaman La Nyalla sebagai ketua Kadin Jawa Timur dan mantan ketum PSSI serta latar belakangnya sebagai pengusaha yang sukses dinilai sangat mampu untuk memimpin Jawa Timur. Yang menginginkan perbaikan ekonomi dan peningkatan penghasilan masyarakat," beber Andri.

Wagub Saifullah Yusuf hanya dianggap memiliki kapabilitas sebagai calon gubernur sebesar 62,3 persen. Sedangkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memperoleh 70,3 persen.

"Alasan responden bahwa peran wakil gubernur hanyalah sebagai ban serep. Dan lima tahun terakhir jumlah masyarakat Jawa Timur yang ekonomi dan penghasilannya menurun sangat tinggi," demikian Andri. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA