Hal itu diungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan. Menurut Iriawan, kelompok hacker atau peretas tak bernama yang pertama kali mengunggah chat porno itu melalui akun baladacintarizieq.com.
Berdasarkan informasi dari penyidik yang diperolehnya, alamat internet protokol (IP) yang digunakan pelaku, bukan berada di Indonesia. "Itu dari luar, dari Amerika, anonymus, satu grup di sana. Kami sedang lakukan penyelidikan," ungkap Iriawan di Mapolda Metro Jaya, kemarin.
Iriawan mengungkapkan, enam ahli sudah ditunjuk untuk mengidentifikasi hacker anonymous asal Amerika Serikat yang menyebarkan chat mesum itu. "Kalau ahli yang terkait konten itu, ada beberapa ahli telematika dan IT yang ada. Ada enam ahli yang ada," tuturnya.
Namun, karena berada di luar negeri, Iriawan menyatakan, pihaknya kesulitan menangkap "pengolah" chat mesum Rizieq itu. Polisi pun perlu melakukan koordinasi dengan FBI. "Kalau di dalam (negeri) enak, kami bisa langsung," selorohnya.
Iriawan memastikan, si pengolah dan penyebar chat mesum itu akan dikenakan pidana tersendiri. "Jadi yang melakukan ini antara saudari Firza dengan Habib Rizieq itu ada pidana tersendiri. Di mana yang meminta (mengolah) dengan yang memberi itu kena pidana," tegasnya.
Soal Rizieq sendiri, Kapolda meminta Imam Besar FPI itu untuk segera pulang dan menghadapi kasus yang menjeratnya. Rizieq berada di Arab Saudi sejak 26 April lalu. "Kenapa kok sulit banget, hadapi kalau nggak salah, kan nanti sidangnya nanti ada yang menyidangkan."
Iriawan mengingatkan, peristiwa pidana ini akan terus ada, sehingga lebih baik Rizieq lekas menghadapinya. Kapolda juga meminta Rizieq tidak mengerahkan massa untuk menekan korps baju coklat.
"Jangan ya, malu. Ada peristiwa pidana dibeking-beking dengan kekerasan, jangan, nanti malu, negara kita negara hukum," tuturnya.
Disinggung soal rencana penarikan paspor Rizieq, Kapolda bilang, kemungkinan itu ada. Namun, belum diputuskan apakah hal itu perlu dilakukan atau tidak. "Lihat perkembangan," jawabnya. Soal permintaan kuasa hukum Rizieq untuk meng-SP3 kasus ini, Iriawan menegaskan, "dari mana SP3-nya, coba ajarkan kuasa hukumnya ke saya, dari mana SP3-nya?"
Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule ini pun menegaskan, tak ada kriminalisasi dalam kasus Rizieq ini. "Mau kriminalisasi gimana? Pak Din Syamsuddin sudah menyampaikan, Ketua MUI juga, beliau ini tokoh ya, Pak Wapres sudah menyampaikan, tak ada kriminalisasi," tegasnya.
Apalagi, sudah banyak saksi yang dihadirkan. Ada lebih dari 50 saksi dan 26 saksi ahli yang dimintai keterangan dalam kasus itu. "Terlalu naif kalau kriminalisasi," selorohnya.
Kapolda pun mengaku tak takut jika didemo. Menurutnya, korps baju coklat menjalankan tugasnya menegakkan hukum. Polisi pun menerapkan asas equality before the law yang berarti semua sama di mata hukum. Siapapun, termasuk ulama, akan ditindak jika melakukan tindak pidana. "Apakah oknum ulama yang bersalah lantas tidak dihukum? tidak boleh dong," tegasnya.
Karena itu dia menilai, massa yang hendak melakukan aksi bela ulama hari ini hanya buang-buang energi saja. Iriawan menyebut, ulama tidak perlu dibela karena mereka sudah mulia.
Yang pasti, meski tanpa kehadiran Rizieq, Kapolda menegaskan, kasus Firza tetap bisa disidangkan. Sebab, peristiwa pidana itu berdiri sendiri. Ada juga barang bukti dan saksi-saksi. "Nggak penting (keterangan Rizieq)," tegasnya.
Kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengaku heran, kepolisian tahu darimana bahwa pengolah chat itu dari AS. "Dulu ada bantahan dari Anonymous kan. Itu kan yang diviralkan juga. Kok tahu dari Amerika. Itu tahu dari mana mereka?" tanya Sugito, semalam.
Menurutnya, kepolisian harusnya mempidanakan mereka yang membuat, memproduksi, mempertontonkan, dan menyebarkan chat mesum tersebut, sesuai Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang ITE.
Sementara Rizieq tidak masuk dalam kategori itu. Sugito pun meminta polisi mengklarifikasi penetapan tersangka terhadap Rizieq.
"Kalau memang tidak ada maksud mengkriminalisasi kenapa harus ada penetapan tersangka dan DPO. Dan ketika setelah pilkada selesai dan ada penetapan tersangka dan setelah ada putusan pidana yang Ahok dinyatakan bersalah," ujarnya.
Soal rencana perpanjangan visa Rizieq, Sugito mengaku belum dapat informasi lagi. Yang jelas, Rizieq punya niat untuk pulang tanggal 12 Juni atau 17 Ramadan. Tapi, "kalau situasi tidak kondusif, bisa jadi berlanjut," sambungnya.
Sugito memastikan, Rizieq tak akan main kucing-kucingan jika pulang. Dia akan mengumumkan kepulangannya kepada publik. "Habib menginginkan kepulangannya tidak secara tertutup. Tapi harus dinyatakan secara terbuka. Karena kan ini sudah menjadi ramai di kalangan masyarakat," tandasnya.
Sementara, kemarin Rizieq melakukan telekonference dengan pendukungnya di markas FPI, Petamburan. Dia melakukan sambungan telepon dari Saudi untuk memberi sambutan dalam acara 1000 yasin. Menjelang berbuka puasa, suara Rizieq terdengar.
Dia mengimbau kepada para pendukungnya untuk menghadapi kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis yang kian hari kian menjadi di negeri ini.
"Dengan sabar, tegar, tabah, sambil tetap melakukan perlawanan," imbaunya mengawali sambutan. Puluhan orang yang hadir langsung memasang telinga, menyimaknya.
Perlawanan yang dimaksud Rizieq adalah melalui jalur hukum dan politik. Untuk perlawanan hukum, para pengacaranya telah melakukan langkah-langkah.
"Kalau kita bicara langkah hukum, berarti langkah ke yudikatif. Itu terus dilakukan pengacara dan advokat, kita apresiasi," imbuh Rizieq.
Sementara perlawanan politik tengah dilakukan oleh pimpinan-pimpinan ormas-ormas Islam. Baik dari GNPF MUI, Presidium Alumni 212, FUI, dan oleh ormas-ormas Islam lainnya. "Kita doakan, mereka melakukan langkah-langkah konkrit untuk melakukan lobi-lobi politik, baik melalui legislatif maupun eksekutif."
Terakhir, dia kembali mengajak sejumlah umat Islam untuk tetap berjuang membela agama, ulama, dan NKRI. "Dan tidak terpecah belah," ujarnya menutup sambutan berdurasi 7 menit 40 detik itu. ***
BERITA TERKAIT: