Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MenkoPMK) Puan Maharani saat peluncuran Strategi Perlindungan Konsumen Keuangan (SPKK) Tahun 2013-2027 di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (18/5).
"Sekarang di sekolah juga ada pelajaran tentang jasa keuangan. Akan saya cek ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, apakah hanya sekolah tertentu saja yang memberikan pelajaran jasa keuangan atau semua sekolah. Sebab pendidikan jasa keuangan ini sangat penting," ujar Puan.
Peluncuran SPKK sendiri adalah langkah evaluasi program Perlindungan Konsumen OJK 5 tahun berjalan dan upaya menjawab tantangan di 10 tahun mendatang. Acara peluncuran dihadiri Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, para pengusaha, serta masyarakat dan pelajar.
Puan menambahkan, edukasi kepada semua lapisan masyarakat tentang jasa keuangan sangatlah perlu dilakukan karena di jaman modern sekarang ini hampir semua interaksi keuangan dilakukan secara online dan hampir semua masyarakat punya gadget. Dengan pendidikan keuangan yang baik, maka masyarakat akan terbuka untuk ikut mengakses dan mengambil manfaat dari perkembangan jasa keuangan.
Pendidikan jasa keuangan, lanjut Puan, juga sejalan dengan upaya pemerintah yang bertekat mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.
"Perlu dibukanya akses keuangan bagi masyarakat selebar-lebarnya, sehingga sinergi antara semua instansi dengan industri jasa keuangan akan menjadi solusi. Nantinya semua masyarakat punya kesempatan terhadap akses keuangan, terutama ibu-ibu dan anak-anak di semua lapisan masyarakat," tegasnya.
Dijelaskan Puan, peran yang diharapkan dari SPKK OJK adalah untuk membantu masyarakat terhadap akses keuangan sehingga punya daya saing dalam persaingan global.
"Kita semua selalu konsern terhadap jasa keuangan karena perusahaan di Indonesia banyak dan kita saat ini mengelola bansos non tunai. Kami ajak masyarakat, baik ibu-ibu dan anak-anak yang terbuka dengan industri keuangan," imbuhnya.
Puan mengingatkan bahwa masyarakat perlu diedukasi supaya mengetahui ada bursa efek, dan pelajaran keuangan tentunya akan membawa masyarakat untuk ikut masuk ke arah yang lebih maju.
[ian]