Anggota Komisi III DPR, Syarifuddin Sudding menilai belum ada upaya perbaikan serius dari Kemenhukham terhadap rutan dan lapas yang kondisinya memprihatinkan.
"Bahkan dari hari ke hari kita sering dengar permasalahan-permasalahan di lapas dan saya kira permasalahannya hampir sama ya menyangkut masalah diskriminatif, masalah pungli menyangkut saya kira over kapasitas dari dulu ya dan sampai sekarang belum ada titik penyelesaian dari Kemenkumham," ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/5).
Padahal, sambung dia, masalah-masalah seperti itu sudah berlangsung lama. Belum lagi menyoal napi-napi dari kalangan pengguna narkoba.
"Saya kira memang dulu waktu zamannya Pak Patrialis ya bagaimana agar karena yang paling banyak di Lapas ini kan para pengguna narkoba, itu yang paling banyak sekali ya. Pengguna-pengguna narkoba ini nah ada suatu kebijakan kemarin agar para pengguna ini direhabilitasi. Tapi yang paling fokus kita adalah para gembong dan sindikat mafia narkoba ini. Jangan lalu para pengguna-pengguna ini menghuni Lapas. Paling banyak sekali," urainya.
Menurutnya, rentetan permasalahan di lapas ini harus menjadi evaluasi Presiden terhadap kinerja Menkumham, Yasonna H Laoly.
"Kenapa semenjak dia menjabat saya kira beberapa kejadian di Lapas ya bahkan ada yang meninggal dan sebagainya. Ya saya kira perlu dilakukan evaluasi," tegasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: