Presiden Ajak Media Jernihkan Pemberitaan Dari Hoax

Kamis, 04 Mei 2017, 10:39 WIB
Presiden Ajak Media Jernihkan Pemberitaan Dari <i>Hoax</i>
Joko Widodo/Net
rmol news logo Tantangan terbesar dunia pers saat ini adalah masifnya hoax, berita bohong dan ujaran kebencian yang beredar di masyarakat.

"Kita juga masih melihat sejumlah jurnalis yang menghadapi kekerasan di berbagai belahan dunia," ucap Presiden Joko Widodo ketika menghadiri acara peringatan World Press Freedom Day (Hari Kebebasan Pers Dunia/HKPD) 2017 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Rabu malam (3/5). Tahun ini, Indonesia memang mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah acara HKPD.

Setiap berhadapan dengan tantangan seperti itu, banyak pengamat menyebut dunia akan berakhir.

"Saya katakan bahwa mereka terlalu muda untuk memahami kami mampu mengatasinya. Kami sudah pernah melakukannya dulu, kini kami dapat kembali melakukannya," ujar Presiden.

Terkait dengan penyebaran hoax yang kian masif tersebut, mantan gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa sudah semestinya bagi media dan seluruh pihak untuk bersama-sama meluruskan dan menjernihkan. Dengan itu, masyarakat diharapkan pada nantinya bisa membedakan mana informasi yang benar dan yang tidak.

"Baik media mainstream maupun media online mestinya meluruskan kalau ada berita-berita yang tidak benar. Jangan malah kalau ada berita tidak benar malah tidak diluruskan, tapi diangkat atau diviralkan. Itu yang menurut saya perlu kita garap bersama-sama," pinta Presiden kepada wartawan usai acara.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA