"Saya tidak percaya terhadap analisanya Allan Nairn, sangat spekulatif," tegas Salim dalam diskusi bertajuk "Partai Politik dan Budaya Korupsi" di Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4).
Artikel investigasi Allan Nairn bertajuk "Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President", menjadi berita hangat nasional setelah dikutip oleh media online di Jakarta dari
The Intercept.
Allan Nairn mengaku melakukan penyelidikan selama satu tahun dan mewawancarai beberapa tokoh politik, militer dan intelijen di dalam negeri. Ia melaporkan bahwa ada gerakan besar yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo dengan menunggangi isu penodaan agama yang menjerat Gubernur Jakarta, Basuki T. Purnama (Ahok).
Gerakan itu memiliki pendanaan yang baik dan terorganisir. Yang paling menghebohkan, laporan itu menyebut gerakan makar didukung oleh para purnawirawan jenderal, tokoh militer dan intelijen, serta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Salim Said yang sejak lama mengenal baik TNI dan memiliki jaringan yang kuat dengan tokoh-tokoh militer nasional meminta publik tidak terprovokasi oleh laporan Allan Nairn.
"Jadi enggak usah terlalu diperhatikan lah. Enggak ada itu cerita-cerita kudeta, konspirasi dan sebagainya," ujar Salim.
"Jangan percaya cerita dari Allan, dia enggak mengerti Indonesia," imbuhnya.
[ald]