JK mengemukakan bahwa kongres tersebut sebagai momentum memberikan arahan dan semangat kepada umat.
"Ini dalam rangka memberikan semangat, sinergi, dan arahan kepada umat. Jadi bukan hanya tindak lanjutnya organisasi tapi bagaimana umat didorong dan kemudian bagaimana pemerintah membuat kebijakan yang sesuai," ujar Jusuf Kalla kepada wartawan di Ruang Puri Agung Hotel Sahid, Jakarta.
Salah satu kesepakatan dalam kongres ekonomi MUI mengenai sistem perekonomian yang adil merata dan mandiri untuk mengatasi kesenjangan ekonomi. Menurut JK, disitulah peran penting dari ulama untuk memberikan motivasi kepada masyarakat.
"Inilah suatu peran ulama memberikan dorongan, motivasi, memakmurkan masyarakat. Tapi masyarakat saya yakin tidak malas. Buktinya rakyat kecil pagi-pagi jualan di pasar memangnya orang malas? Bukan, orang hebat itu,' ucap JK.
Dalam kesempatan sama, Ketua MUI Ma'ruf Amin mengharapkan pemerintah dapat berkoordinasi dalam membuat kebijakan baru yang mampu menopang berjalannya arus baru ekonomi Indonesia.
"Kami juga mengajak pengusaha besar untuk bermitra. Kalau rakyat tumbuh dan pemerintah membuat kebijakan yang berpihak dan pengusaha konglomerat ikit bergabung, kita harapkan ini bisa berjalan bukan hanya pada keputusan kongres," papar Ma'ruf kepada wartawan.
Untuk mengawali pembentukan kebijakan tersebut, Ma'ruf menyampaikan bahwa akan dibuat komite yang terdiri dari MUI, ormas Islam, perwakilan pemerintah dan pengusaha.
"Mereka semua kita libatkan untuk membahas terus kelanjutan daripada pelaksanaan arus baru ekonomi ini. Sehingga tidak berhenti dan komite itu akan terus mengawal kemitraan dan gerakan-gerakan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Kongres Ekonomi Umat MUI dibuka oleh Presiden Jokowi pada Sabtu (22/4) lalu. Dalam hasil kongres tersebut, MUI memaparkan tujuh hasil putusan, salah satunya arus baru ekonomi Indonesia yang akan disinergikan bersama pemerintah.
[wid]