Gerindra: Kebijakan Informasi Hoax Bisa Bungkam Daya Kritis Masyarakat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 20 Januari 2017, 08:42 WIB
Gerindra: Kebijakan Informasi Hoax Bisa Bungkam Daya Kritis Masyarakat
Ferry Juliantoro/Net
rmol news logo Banyaknya kebijakan pemerintah dalam menangani informasi bohong atau hoax dikhawatirkan akan berimbas pada pembungkaman daya kritis masyarakat.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (20/1).
 
Misalnya, tuduhan makar ke Rachmawati dan kawan-kawan itu merupakan bagian yang hampir sama untuk pembungkaman lewat medsos, ini sudah merampas hak mengkritisi kepada pemerintah,” ujarnya.
 
Pernyataan-pernyataan masyarakat lewat media sosial menurutnya adalah bentuk alternatif media perlawanan masyarakat. Sebab, masyarakat banyak yang beranggapan bahwa media mainstream sudah terlalu rentan dikuasai dan dimonopoli pemerintah.
 
Media sosial itu media alternatif perlawanan efektif. Banyak media mainstream saat ini telah dikuasai pemerintah,” katanya.

Ferry menjelaskan, persoalan hoax isa segera langsung tertangani tanpa harus membuat pembungkaman berlebihan. Salah satu caranya dengan melacak sumber informasi baik dari penyebar hoax maupun pemilik akun yang bersangkutan.
 
Hoax itu sebenarnya persoalannya bisa langsung tertangani. Sumbernya juga bisa di trace baik dari penyebar maupun pemilik akun terkait,” ujar Ferry. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA