"Dalam skala yang lebih besar dan kompleks, Internet dan media sosial kini memiliki pengaruh yang sangat nyata dalam proses-proses demokrasi," ujar chief Executive Officer Digitroops, Fahd Pahdepie saat menyampaikan rilis hasil riset dan survei Digitroops di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Kamis (22/12).
Di Indonesia, lanjutnya, peran dan pengaruh internet serta media sosial itu mulai sangat terasa. Kini pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 37,2 persen dari total jumlah populasi Indonesia atau sebanyak 93.892.800 pengguna. Sebagian besar di antaranya adalah pengguna aktif media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya.
"Aktivitas bermedia sosial pengguna Internet Indonesia pun digolongkan sebagai salah satu yang paling aktif di dunia," sambungnya.
Atas dasar itu, sepanjang tahun 2016 Digitroops mengumpulkan berbagai data dan meriset aneka topik yang menjadi pusat-pusat percakapan masyarakat pengguna internet dan media sosial di Indonesia. Data-data itu dianalisis untuk menghasilkan ranking 5 (lima) besar topik yang paling panas (hot topics) yang paling dipercakapkan sepanjang 2016.
"Kasus Ahok dan Aksi Bela Islam menjadi topik terpopuler yang paling diperbincangkan di media sosial," sambung Fahd.
Dijelaskan Fahd, sejak bulan Oktober semua hal berkaitan dengan Ahok menjadi viral di media sosial seperti Buni Yani, Nusron Wahid, Ahok, Demo 4 November dan Aksi 212.
Kasus Ahok dan Aksi Bela Islam dengan segala variannya mencapai total 279.852.000 entri dalam mesin pencari Google, dan total berita mencapai 5.730 berita, menjadi trending topic di twitter dalam 25 hashtag dan kata kunci, satu kali menjadi tema khusus pada acara Mata Najwa, dan dua kali menjadi tema pada Indonesia Lawyer’s Club.
"Di Facebook tema ini juga menjadi pusat perdebatan dalam tiga bulan terakhir," urainya.
Fahd mengatakan, kasus ini secara khusus berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan, baik pada proses hukum kasus penistaan agama†oleh Ahok dan pengunggahan video oleh Buni Yani, pelaksanaan dan penanganan Aksi Bela Islam oleh aparat negara, serta berpengaruh terhadap langkah-langkah politik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.
Sementara terpopuler kedua hingga kelima adalah Panama Papers dan Harta yang Disembunyikan,
Tax Amnesty dan Tradisi Pengemplang Pajak, Rindu Prestasi Timnas Sepakbola Indonesia, dan Jessica dan Kopi Sianida.
Riset berbasis internet ini dilakukan dengan mengompilasi isu-isu penting selama tahun 2016 dengan tiga proses metodologi: Pertama, indexing isu-isu penting yang menjadi percakapan publikdidasarkan pada empat format saluran penyebar informasi, yakni: (a) Mesin pencari, dalam hal iniGoogle, (b) Media online, dalam hal ini 5 media online terbesar di Indonesia berdasarkan Alexa rank, (c) media sosial, yakni Twitter dan Facebook, dan (d) Acara televisi, merujuk pada hasil survei Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Kedua, Focus Group Discussion (FGD)untuk melakukan tabulasi dan pembobotan terhadap isu-isu terpilih berdasarkan tingkat popularitas dan intensitas percakapan. Ketiga, pendalaman isu dengan melihat tingkat pengaruh isu terhadap pengambilan keputusan dalam kebijakan publik.Rentang waktu data yang dikumpulkan: Januari 2016 â€" 15 Desember 2016.
Digitroops Indonesia (digitroops.id) adalah sebuah perusahaan penyedia jasa konsultasi komunikasi digital dan social media marketing. Digitroops membantu individu, perusahaan, maupun lembaga pemeritah untuk menentukan langkah dan strategi yang paling tepat untuk melakukan komunikasi dengan menggunakan media-media baru (new media) serta pemasaran di ranah media sosial.
[sam]
BERITA TERKAIT: