Begitu tegas Sekjen KSPI Muhammad Rusdi usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/12)
"Kita enggak pernah diajak oleh ibu Ratna untuk aksi ke DPR tanggal 2 Desember itu," tegas Rusdi.
Rusdi mengaku dicecar sebanyak 14 pertanyaan oleh penyidik. Mayoritas pertanyaan seputar upaya makar dan hubungannya dengan tersangka makar Ratna Sarumpaet.
"Ditanya apakah menghadiri rapat di UBK? Apakah menghadiri rapat di Sari Pan Pasific? Saya jawab enggak pernah diundang dan enggak hadir," sambungnya.
Lebih lanjut, Rusdi meluruskan bahwa aksi KSPI pada 2 Desember di Tugu Tani digelar untuk memperjuangkan nasib buruh dan tidak berhubungan dengan Aksi Bela Islam, apalagi makar.
"Itu isu upah, reaksi atas kemarahan kaum buruh karena tanggal 21 November usulan UMK kenaikan upah minimum kota yang diusulkan oleh Bupati, Wali Kota yang kenaikannya 15 sampai 20 persen dibatalkan oleh SK gubernur," terang Rusdi.
"Tuntutan buruh adalah hanya dua adalah cabut PP 78/2015, naikkan upah minimum 15 sampai 20 persen," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: