Pasalnya, para tokoh yang ditangkap itu dinilainya tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk menggulingkan Jokowi-JK dari singgasananya.
"Belum ada bukti yang membuktikan potensi makar seperti adanya jaringan massa yang bergerak dengan di-back up persenjataan dan logistik," kata Arief sebagaimana dikutip
RMOLJakarta.com, Jumat (2/12).
Ketua umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu ini bahkan menyebut penangkapan para tokoh tersebut telah mengkhianati citra Trisakti dan Nawacita dalam membangun sebuah negara demokrasi. Penangkapan atas dugaan makar juga melupakan semangat reformasi 1998 yang dibayar dengan darah dan nyawa.
"Perlu dicatat, Jokowi adalah produk dari demokrasi yang selama ini kita perjuangkan bersama. Karena itu, saya mendesak Presiden Jokowi yang merupakan produk demokrasi untuk mengintervensi dan memberikan diskresi untuk tokoh-tokoh yang dituduh makar," pungkasnya.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: