Hampir semua lembaga survei menempatkan kepuasan publik terutama kepada Presiden itu sekitar 66-68 persen.
"Itu artinya kepuasan itu melebihi dari apa yang diperoleh presiden ketika Pemilihan Presiden (Pilpres) pada waktu itu. Sehingga kalau mau menggunakan ukuran, inilah yang dipakai sebagai ukurannya," kata Pramono seperti dikutip dari rilis THP Setkab, Rahminoer.
Tetapi, lanjut Seskab, pemerintah juga menyadari bahwa titik berat pada dua tahun pertama itu adalah melakukan pembenahan ekonomi.
"Alhamdulillah Indonesia para periode ini bisa tumbuh pada 5,18. Pertumbuhan ekonomi kita itu dibandingkan dengan kawasan lainnya kita relatif stabil dan cukup tinggi. Tetapi tentunya harapan atau ekspektasi kita bisa lebih dari itu," ujar Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.
Kemudian pada saat ini, lanjut Seskab, pemerintah sedang menitikberatkan untuk melakukan reformasi hukum. Ia berharap hal yang berkaitan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) segera bisa ditandatangani oleh presiden.
"Karena ini memang hanya masalah waktu dengan jadwal presiden yang hampir satu minggu ini berada di luar kota," jelasnya
.[wid]