"Banyak orang curiga ini upaya pencitraan dari Jokowi. Jokowi berbeda dari SBY yang jago pencitraan. Jokowi gak jago," ujar Trimedya dalam disÂkusi bertajuk OTT Kemenhub RI antara Penegakan Hukum dan Pencitraan? di Pressroom DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.
Trimedya menegaskan, Jokowi lebih mementingkan kinerja ketimbang citra. "Dia bekerja seÂsuai apa yang dia rasakan dan dia mau lakukan daripada berpikir soal pencitraan," katanya.
Karenanya Trimedya meÂnegaskan, langkah Jokowi mendatangi lokasi OTT di Kemenhub yang hanya meÂnemukan barang bukti uang Rp 95 juta itu bukanlah penciÂtraan. Sebab, kata Trimedya, presiden yang didukung PDIP itu memang mau memperbaiki layanan publik. "Tapi ini soal tujuh reformasi hukum yang akan dilaunching pemerintah. Salah satunya pelayanan pubÂlik," tegasnya.
Sementara itu, Poltisi Partai Golkar Bambang Soesatyo berharap OPP yang dilakukan Jokowi bukan hanya untuk pencitraan atau pengalihan isu. Dia berharap OPP yang dilakuÂkan Polri benar-benar efektif memberantas pungli.
"Kami berharap OPP untuk sekadar pencitraan dan upaya pengalihan isu, namun gebraÂkan OPP oleh Polri patut di apresiasi. Dan itu sejalan denÂgan upaya revitalisasi hukum yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo," kata Bamsoet di Jakarta, kemarin.
Dia berharap OPP yang dilakuÂkan Polri efektif memberantas pungutan liar yang sudah menÂjadi penyakit menahun di sentra-sentra pelayanan publik serta merugikan masyarakat. "Pemberantasan pungli dan revitalisasi (hukum) yang kini sedang di godok di istana itu harus memprioritaskan perbaikan kualitas penegakan hukum," ujarnya. ***
BERITA TERKAIT: