"Bagi saya tidak ada apa-apanya, sudah biarin saja. Artinya sekarang sudah ditangani oleh Komwas (Komite Pengawas) dan Wanhor (Dewan Kehormatan) partai," kata Roy, Kamis (29/9).
Mantan Menpora ini membantah mengenai kabar yang mengatakan bahwa Komwas dan Wanhor dibentuk hanya untuk mempertimbangkan sanksi bagi Ruhut.
Jelas Roy, Komwas dan Wanhor berjalan bukan karena atas sikap Ruhut yang berkoar-koar minta dipecat. Akan tetapi, memang sudah ada untuk memantau, mengevaluasi kader-kader partai jika memang tidak menaati keputusan politik yang diambil pimpinan partai.
"Bukan dibentuk gara-gara Ruhut. Artinya, tetap sudah ada ini, hanya hal kecil dia (Ruhut), hanya cari panggung saja," ketusnya.
Roy mengaku saat ini Komwas dan Wanhor tengah bekerja. Mereka tengah memproses pembelotan Ruhut, termasuk Hayono Isman yang justru lebih memilih mendukung petahana Ahok-Djarot.
"Setahu saya begitu, dulu saya anggota Wanhor. Sekarang saya sudah jadi waketum. Saya tahu itu sedang diproses disana, biasalah seperti itu," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: