
Kedutaan Besar Singapura di Jakarta kemarin didemo massa dari perwakilan Pembela Tanah Air (Peta) Divisi Barapeta Jakarta Raya Dvisi Peta Siliwangi Jawa Barat, Divisi Peta Tengkorak Banten yang dipimpin langsung oleh Panglima besar Peta Mayor (purn) KRMH. M. Saleh Karaeng Sila.
Dalam orasinya, perwakilan pejuang pembela tanah air itu menuntut pemerintah Singapura segera meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya WNI yang pernah discreening oleh pemerintah Singapura termasuk di dalamnya Letnan Jenderal (purn) Suryo Prabowo.
"Jika pemerintah Singapura tidak segera minta maaf maka akan semakin besar kekuatan rakyat Indonesia akan turun ke jalan dari Sabang sampai Merauke dengan tuntutan yang lebih luas yaitu kembalikan warga negara Singapura ke negaranya yang saat ini berada di NKRI," tegas Pangbes Peta.
Mereka juga meminta pemerintah memutuskan segala bentuk kerja sama dengan negara Singa Putih itu. Kedaulatan udara NKRI di Batam dan Natuna yang selama ini di bawah kontrol pemerintah Singapura juga disinggung untuk segera diambil alih oleh pemerintah RI.
"Pemerintah Singapura seharusnya sadar bahwa tanpa uang warga Indonesia yang ada di Singapura, maka Singapura akan menjadi negara termiskin di dunia," ujarnya
.[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: