TITO CALON KAPOLRI

Gerindra Akan Cecar Tito Dengan Tiga Pertanyaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 16 Juni 2016, 12:10 WIB
Gerindra Akan Cecar Tito Dengan Tiga Pertanyaan
Arief Poyuono/net
rmol news logo Presiden Joko Widodo akhirnya menyodorkan nama Komjen Pol Tito Karnavian ke DPR sebagai calon Kapolri tunggal mengantikan Jenderal Badrodin Haiti.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan keputusan Jokowi pilih Tito tentu bukan gampang dan biasa. Apalagi pencalonan Tito tidak melalui proses sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri dan Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk diajukan kepada Presiden.

"Jelas ini sebuah keputusan yang berani dan cerdas dari seorang Jokowi untuk mengunakan hak preogrativenya secara konstitusional. Ini yang sebenarnya masyarakat menginginkan cara Jokowi dalam mengambil keputusan tanpa  melalui kompromi ala dagang sapi," kata Arief kepada redaksi, Kamis (16/6).

Menurutnya, dengan diajukannya Tito membuktikan bahwa Wanjakti Polri dan Kompolnas sudah tidak dipercaya oleh Jokowi sebagai penjaring bakal calon Kapolri. Sebab pengalaman tentang pengusulan Komjen Pol Budi Gunawan yang melalui Wanjakti dan Kompolnas dan disetujui Jokowi membawa blunder besar bagi Jokowi saat itu, walaupun BG adalah korban dari group yang tidak menginginkan BG sebagai Kapolri dengan mengunakan tangan KPK.

Tetapi, lanjut Arief, masih ada yang harus ditanyakan nanti kepada Tito oleh DPR saat fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan). Pertama, atas dasar apa 26 aktivis buruh diperiksa dan diproses secara hukum saat aksi Oktober 2015. Kedua, apakah Tito pernah menerima Rp 600 juta dari terpidana Labora Sitorus pada tahun 2013 seperti keterangan Labora Sitorus. Tito sendiri sudah pernah membantahnya.

Ketiga, sejauh mana kedekatan Tito dengan M. Reza dalam kasus Papa Minta Saham, terutama dalam pemenangan Pilpres 2014 di Papua yang diduga syarat dengan kecurangan dengan kemenangan telak Jokowi-JK.

"Gerindra akan mengajukan ketiga pertanyaan tersebut kepada Tito Karnavian nanti melalui perwakilan di DPR," tukas Arif. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA