"Dalam program kalender karikatur tersebut, berisi tentang kehidupan sosial yang mengenyampingkan perbedaan sesuai dengan semangat dari Pancasila," kata Mensos dalam acara buka puasa bersama di kediaman Jalan Widya Chandra IV, Jakarta, Rabu malam (15/6).
Tahun ini, kata Mensos, program kalender karikatur tersebut yang berisi upaya untuk mengkristalisasi sosial yang terkandung dalam Nawacita kesembilan yaitu restorasi sosial dan kebhinekaan.
"Melalui program kalender karikatur tersebut, akan ada semangat perbedaan yang bisa merajut dan menjadikan persatuan untuk menjaga keseimbangan antarbudaya dan bangsa di tengah-tengah masyarakat," harapnya.
Memang Indonesia sudah dikaruniai selain kekayaan alam yang luar biasa, juga keberagaman suku, budaya dan agama agar ada keseimbangan pemahaman di dalamnya.
"Keberagaman sejatinya menjadi penguat dari segala yang ada, baik budaya, suku, dan agama. Selain menjadi kekayaan bangsa juga bisa menjadi potensi kurang efektif jika tidak dibangun keseimbangan pemahaman," sebut Mensos.
Termasuk tindak intoleransi yang ada di dalam 3.143 lebih Peraturan Daerah (Perda) yang dengan tegas dicabut oleh pemerintah Joko Widodo karena dianggap memiliki masalah.
Setiap intoleransi dalam sisi manapun harus direduksi, sebab jika ada Perda yang memang diketahui muatannya yang memuat intoleransi dan bertentangan dengan Pancasila maka sudah sepatutnya untuk dicabut.
"Saya mendukung sikap tegas pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang mencabut 3.143 lebih Perda, karena dianggap bermasalah, terlebih jika ada muatan intolrenasi dan bertentangan dengan semangat Pancasila," tukas Mensos.
[rus]
BERITA TERKAIT: