Harga Pangan Indonesia Paling Tinggi, Jokowi Minta Bawahannya Hati-hati

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 27 Januari 2016, 18:32 WIB
Harga Pangan Indonesia Paling Tinggi, Jokowi Minta Bawahannya Hati-hati
presiden jokowi/net
rmol news logo Presiden menyadari persoalan di bidang pangan, khususnya beras, masih menjadi tugas besar pemerintah yang belum beres. Saat ini, rata-rata harga pangan di Indonesia masih lebih mahal dari negara-negara lain di Asia.

"Harga pangan kita berada di tingkat lebih tinggi dibandingkan negara lain seperti Filipina, China, Kamboja, India, Thailand, maupun dengan Vietnam. Ini fakta,” tegas Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas kebijakan pangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1).

Kondisi ini sangat disesalkan Jokowi. Sebab, 81 persen penduduk Indonesia masih rutin mengkonsumsi beras. Harga pangan yang tinggi itu tentu memukul mayoritas penduduk. Apalagi jika ditilik dari faktor penyebab tingginya kemiskinan, 73 persen disumbang oleh mahalnya harga pangan.

"Ini hati-hati betul," serunya.

Jokowi mendapatkan data bahwa kenaikan harga pangan sudah dimulai sejak 2011, dan berlangsung terus sampai 2014 dan 2015. Jumlah kenaikannya pun sangat tinggi, mencapai 70 persen.

"Ini hati-hati. Harus betul-betul dicermati sehingga bisa kita kembalikan pada harga-harga yang normal. Sebab itu, langkah-langkah komprehensif memperbaiki permintaan, memperbaiki suplai, memperbaiki rantai-rantai perdagangan, sistem data, dan informasi pertanian harus betul-betul komprehensif dan betul-betul valid," ujarnya. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA