Menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, salah satu nama yang ‎menjadi beban Presiden Jokowi adalah Menteri BUMN Rini Soemarno.
"Sejak pemerintahan dimulai Rini sudah menjadi beban. Rini jadi beban bagi Presiden Jokowi dengan apa yang dilakukannya," kata Fahri dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Minggu (1/11).
Ulah Rini terbaru yang membebani pemerintahan Jokowi, Rini meminta Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 39 triliun untuk menyuntik sejumlah BUMN dalam APBN 2016.‎
Fahri tak memungkiri dana PMN yang diajukan Rini membuat alotnya rapat peripurna DPR tentang pengesahan RUU APBN 2016 dua hari lalu. DPR kemudian mensahkan APBN 2016 dengan catatan dana penyertaan PMN dihilangkan. ‎
"Untung proposal Rini soal PMN ditolak. Itu menambah beban," imbuh Fahri.‎
Fahri mengatakan Rini tidak transparan terkait PMN. Selain itu semua fraksi memiliki pandangan yang sama bahwa uang APBN tidak selayaknya dipakai BUMN.
"Seharusnya BUMN lah yang menyumbang deviden, bukan sebaliknya, menggunakan uang negara," demikian Fahri.
[dem]
BERITA TERKAIT: