Daily Mail memberitakan, Presiden Jokowi telah mendapat banyak tekanan dari partai pendukungnya dan masyarakat untuk melakukan perombakan atas kabinet kerjanya yang dinilai gagal terutama dalam mengelola krisis ekonomi.
Namun sebelumnya, Presiden Jokowi sempat bertemu terlebih dulu dengan pemimpin PDI Perjuangan untuk menyetujui perubahan kementerian ekonominya. Hal ini juga diberitakan oleh
Businesstimes, Selasa (12/08).
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya tumbuh 4,67 persen di kuartal kedua. Pertumbuhan ini menjadi kecepatan paling lambat dalam enam tahun terakhir ini.
Menteri Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel adalah diantara kementerian ekonomi yang telah santer dikabarkan untuk diganti.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: