Begitu kata Ketua DPP Partai Hanura Miryam S Haryani dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Jumat, 5/6).
"Secara logika, bagaimana mungkin seorang presiden yang satu partai dengan Bung Karno bisa salah menyebutkan tempat lahir sang proklamator tersebut. Kejadian ini sungguh sangat telak sekali bagi marwah presiden sebagai simbol negara," ujarnya.
Kelalaian ini, menurut Miryam, terletak pada mereka yang berada di sekeliling presiden. Untuk itu, ia meminta agar Jokowi waspada terhadap para pembisik yang acapkali menyodorkan data sesat.
"Kalau tidak maka presiden bukan tidak mungkin akan dipermalukan lagi di kemudian hari," sambung ketua umum Srikandi Hanura itu.
"Jokowi selaku presiden seharusnya lebih mampu tegas terhadap orang-orang disekelilingnya. Kalau memang tidak sanggup silahkan mundur saja, karena masih banyak kader bangsa potensial yang lebih mampu mengisi posisi itu," tandas anggota Komisi V DPR RI itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: