Jokowi Harus Waspadai Masukan Para Pembisik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 06 Juni 2015, 02:17 WIB
Jokowi Harus Waspadai Masukan Para Pembisik
miryam s haryani/net
rmol news logo Presiden Joko Widodo kembali dipermalukan di depan umum atas pidatonya yang menyebut Soekarno lahir di Blitar. Insiden ini setidaknya telah membunuh wibawa Jokowi sebagai presiden, bukan hanya di depan warga negaranya tapi juga di hadapan partai pendukung sendiri dan dunia internasional.

Begitu kata Ketua DPP Partai Hanura Miryam S Haryani dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Jumat, 5/6).

"Secara logika, bagaimana mungkin seorang presiden yang satu partai dengan Bung Karno bisa salah menyebutkan tempat lahir sang proklamator tersebut. Kejadian ini sungguh sangat telak sekali bagi marwah presiden sebagai simbol negara," ujarnya.

Kelalaian ini, menurut Miryam, terletak pada mereka yang berada di sekeliling presiden. Untuk itu, ia meminta agar Jokowi waspada terhadap para pembisik yang acapkali menyodorkan data sesat.

"Kalau tidak maka presiden bukan tidak mungkin akan dipermalukan lagi di kemudian hari," sambung ketua umum Srikandi Hanura itu.

"Jokowi selaku presiden seharusnya lebih mampu tegas terhadap orang-orang disekelilingnya. Kalau memang tidak sanggup silahkan mundur saja, karena masih banyak kader bangsa potensial yang lebih mampu mengisi posisi itu," tandas anggota Komisi V DPR RI itu. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA