Politisi NasDem: Reshuffle Adalah Momentum Mengusir Penumpang Gelap

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 22 April 2015, 12:40 WIB
Politisi NasDem: Reshuffle Adalah Momentum Mengusir Penumpang Gelap
Despen Ompusunggu/net
rmol news logo . Presiden Jokowi diminta tidak perlu ragu menata kembali posisi sejumlah menteri di jajaran kabinet, mengingat keputusan reshuffle merupakan hak prerogatifnya.

"Reshuffle juga bisa menjadi momentum untuk mengusir penumpang gelap yang disinyalir ingin menguasai politik dan ekonomi dalam pemerintahan," kata politisi Partai NasDem Despen Ompusunggu dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (22/4).

Pasalnya, keberadaan penumpang gelap di pemerintahan Jokowi-JK sebagaimana dilontarkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, bakal menjadi sandungan dan melemahkan kohesi politik, mengingat mereka punya agenda terselubung bagi kepentingan pribadi dan kelompoknya, serta sangat mungkin tidak menginginkan Jokowi-JK sukses menjalankan roda pemerintahan hingga selesai.

Menurut Despen, keputusan untuk reshuffle kabinet secara fair dan objektif, bukan saja bermanfaat bagi penguatan sekutu politik rejim penguasa, tetapi juga bisa membawa manfaat bagi perbaikan kinerja Jokowi-JK, termasuk mempercepat realisasi dari aneka janji kampanye, khususnya yang termaktub dalam Nawacita yang kini ditunggu oleh rakyat.

"Dalam satu semester pemerintahannya, Jokowi harus realistis dan tak perlu malu mengakui turunnya tingkat kepercayaan publik, akibat buruknya kinerja pemerintahannya. Sebagai pemimpin sejati yang dipilih rakyat, Jokowi harus mengambil tanggungjawab tanpa dalih. Mumpung masih ada kesempatan, tak salah mengganti atau mereposisi sejumlah menteri, mengingat hal itu merupakan konsekuensi logis," ujar fungsionaris DPP Partai NasDem ini.

Lebih lanjut Despen mengingatkan, tindakan reshuffle haruslah berbasis penilaian kinerja dengan parameter yang jelas dan terukur terhadap sejumlah menteri, bukan karena faktor subjektif atau sekedar bagi-bagai jatah atau balas budi politik, tetapi bagi menteri yang tidak punya kompetensi dan kapasitas memimpin kementerian, atau lebih mementingkan pencitraan kosong belaka, lebih baik diganti daripada menjadi parasit dan membebani pemerintahan Jokowi-JK. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA