Disayangkan Protes Masyarakat Tak Didukung DPR

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 17 April 2015, 14:25 WIB
Disayangkan Protes Masyarakat Tak Didukung DPR
gedung dpr
rmol news logo . Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait hajat hidup orang banyak seperti kenaikan harga BBM, tarif listrik, gas elpiji dan pajak, sangat wajar menuai protes dari masyarakat.

Pasalnya, rakyat dituntut harus menanggung beban hidup yang lebih berat tanpa diberikan bagaimana solusi mengatasinya.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (17,4).

"Kenaikan harga mendorong masyarakat untuk mengeluarkan biaya hidup yang lebih besar. Namun, jika tanpa didukung dengan tambahan penghasilan tentu akan semakin menyengsarakan rakyat. Seharusnya pemerintah memikirkan dampak dari hal itu dalam mengambil kebijakan," tegasnya.

Jajat menilai, selama ini banyak protes yang dikeluarkan oleh masyarakat baik dengan melakukan aksi langsung maupun melalui media sosial. Akan tetapi jika hanya protes sebatas itu tanpa adanya dukungan dari lembaga resmi seperti DPR yang mempunyai fungsi serta kewenangan dan selalu mengatasnamakan rakyat, tentu dampak perubahan yang diharapkan juga kecil.

"Kita ini dalam situasi mendesak, masyarakat sudah susah bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sudah sebuah kemewahan. Sebagaimana kita ketahui jika ada masyarakat protes dianggap hal yang tidak baik, padahal tujuan rakyat adalah meminta solusi dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bukan berarti mau merebut kekuasaan," tutup Jajat. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA