Namun begitu, Wakil Ketua Umum Golkar Munas Ancol Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa bola kini ada di tangan dua kubu untuk menerima secara lapang dada proses yang akan dijalankan di internal partai. Jika hal itu masih mandek, maka dikhawatirkan dualisme akan berakibat buruk bagi Golkar sendiri.
Secara khusus Priyo kemudian menawarkan jalan damai berharga murah, yakni salah satu dari ketua umum (ketum) menurunkan ego untuk mengalah.
"Islah dengan harga murah tapi tetap solid jikalau dua mau menyatu, jikalau satu dari ketum yang ada berkenan mengalah salah satunya, kemudian langsung deh kita bangun Golkar," kata dia saat ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Selasa, 3/2).
Jika opsi ada yang mengalah itu pun masih susah, maka Golkar harus mendengarkan saran dari Akbar Tandjung dan Hajriyanto Y Thohari yang meminta adanya Munas Rekonsiliasi.
"Jangan ragu melakukan Munas bersama karena adalah jalan murah untuk menjaga soliditas Golkar, itu yang paling memungkinkan," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: