Hal itu terjadi karena Jokowi belum seutuhnya bertindak sebagaimana seorang kepala pemerintahan.
Begitu dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, saat ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Kamis, 29/1).
"Saya kira 100 hari Jokowi memang diwarnai dengan kegamangan banyak hal, karena belum duduk sebenarnya sebagai kepala negara, kepala pemerintah. Beliau belum menempatkan diri di posisi itu," ujarnya.
Banyak yang menyebut kegamangan Jokowi itu terjadi lantaran desakan partai pendukung yang sangat dominan dalam pemerintahan. Untuk itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra ini meminta Presiden Jokowi untuk mampu bersikap proporsional.
"Partai ambil posisi tidak salah karena kontribusinya tidak kecil. Tapi Presiden juga harus bisa proprosional. Proses demokrasi ini sudah berjalan dari tahun 1999, sudah hampir 10 tahun. Ini bukan demokrasi pertama, jadi harusnya tidak menganggu proses pemerintahan," tegasnya.
[ald]