"Dwi dianggap tidak memiliki reputasi di dunia perminyakan dan gas. Ia hanya bermodal keahlian manajerial. Setali tiga uang dengan pengangkatan beberapa direksi baru Pertamina yang disinyalir merupakan titipan atau orang dekat Ari Soemarno, saudara kandung Rini Soemarno," kata Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW), Syarif Rahman Wenno, dalam rilisnya, Rabu (3/12).
Terlepas dari berbagai tudingan dan kontroversi, mantan bos PT Semen Indonesia itu harus bisa membuktikan dirinya layak memimpin perusaahan "plat merah" pengelola minyak ini. Apalagi mengingat pekerjaan rumah yang akan dihadapi Dwi ke depan cukup banyak.
"Khususnya pemberantasan mafia minyak internal Pertamina, keberadaan Petral sebagai anak perusahaan Pertamina yang berdomisili di Singapura dan disebut-sebut sebagai tempat bermain mafia migas," ujar Syarif.
Dia juga ingatkan bahwa dalam berbagai kesempatan beberapa waktu silam saat kampanye Pilpres, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan bahwa salah satu sebab Indonesia gagal mencapai ketahanan energi adalah karena adanya permainan mafia migas di tubuh Pertamina.
[ald]
BERITA TERKAIT: