Ironisnya, mimpi besar ini ada di tengah protes yang marak atas penunjukan Dwi Soetjipto sebagai Dirut Pertamina. Protes ini mulai karena proses pemilihan yang tidak transparan, tidak melibatkan KPK dan PPATK sebagaimana pemilihan menteri-menteri, sampai keraguan terhadap pemahaman mantan Dirut PT Semen Indonesia itu dalam dunia Migas.
Lewat halaman facebook-nya Ir H Joko Widodo, tadi pagi, Jokowi menulis, Pertamina adalah BUMN terbesar di Indonesia, perusahaan yang awalnya didirikan pada masa Pemerintahan Bung Karno pada tahun 1957 dengan nama PT Permina (Perusahaan Minyak Negara).
"Impian terbesar Bung Karno saat itu menjadikan Permina sebagai Perusahaan Minyak terbesar di Asia bahkan menjadi pemain besar di dunia. Namun impian Bung Karno seperti kita tahu kandas karena perkembangan politik pada saat itu yang tak lepas dari dialektika dan dinamika geopolitik internasional," tulis Jokowi.
Dia melanjutkan, lika liku sejarah Pertamina sendiri seolah serupa dengan sejarah bangsa ini. Ada masa jatuhnya, ada masa bangunnya. Kini Pertamina menjadi perusahaan terbaik dunia ke-122 dari 500 perusahaan besar dunia.
"Tentunya kita ingin lebih dari itu. Dengan sumber daya manusia Indonesia yang sudah kampiun cerdasnya, dengan mengembangkan inovasi-inovasi baru maka Pertamina harus ngebut untuk menjadi perusahaan minyak terbesar di Asia, setidak-tidaknya di Asia Tenggara," tegas Jokowi.
"Penunjukkan Bapak Dwi Sutjipto sebagai Dirut Pertamina melalui Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno, tentunya mengandung harapan besar membawa Pertamina bukan hanya revitalisasi atas manajemen yang runtut, tapi juga bagaimana membawa Pertamina meloncat jauh ke depan menjadi Perusahaan energi terbesar di Asia," tutupnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: