"Penggantian Kepala BIN sebaiknya menunggu sikon di DPR kondusif sehingga proses pemberian pertimbangan melalui
fit and proper test bisa berjalan lancar," ujar Mahfudz dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (24/11).
Politisi PKS ini beralasan, kondisi sosial politik harus diantisipasi BIN, apalagi masyarakat bereaksi atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
"Karena calon Kepala BIN yang diajukan presiden hanya satu orang. Sesuai UU, maka sebaiknya presiden menunggu waktu dan sikon yang tepat," tegasnya.
Adapun sosok ka-BIN menurut Wasekjen PKS ini, sebaiknya disesuaikan dengan visi presiden serta potensi ancaman dan tantangan ke depan yang condong bersifat asimetris, terutama di bidang ekonomi, siber dan pertahanan-keamanan.
[wid]
BERITA TERKAIT: