Demikian penilaian Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman.
Menurut dia, seleksi menteri yang melibatkan KPK dan PPATK merupakan cara tepat untuk mengecoh perhatian publik. Opini masyarakat tergiring meyakini kabinet Jokowi bebas dari orang-orang bermasalah. Padahal sebenarnya nama-nama itu sudah ditetapkan sebelumnya untuk mengisi jabatan strategis.
"Nama-nama seperti Rini Soemarno, Susi Pudjiastuti, Tjahjo Kumolo, Ryamizard Ryacudu, Puan Maharani, Rahmat Gobel dan Anies Baswedan merupakan sederet nama yang dipilih berdasarkan mempunyai kedekatan dengan Ketum PDIP Megawati," ujar Jajat kepada wartawan.
Menurut dia, banyaknya nama-nama menteri yang dipilih hanya berdasarkan kedekatan merupakan alasan kuat keraguan masyarakat akan kinerja kabinet kerja Jokowi-JK.
"Namun harus diingat, pemilihan menteri merupakan hak prerogatif seorang Presiden dan susunan kabinet merupakan gambaran sebenarnya dari Presiden Jokowi, menunjukkan dia pro rakyat atau pro partai," tegas Jajat.
[ald]
BERITA TERKAIT: