Mereka antara lain terdiri dari Anis Baswedan, Sri Mulyani Indrawati, Chatib Basri, Kuntoro Mangkusubroto. Mereka bisa "lolos" masuk Istana mempengaruhi Presiden Joko Widodo. Kemarin, satu lagi tokoh pro asing Chairul Tanjung yang tegas-tegas tidak peduli pada pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil, malah dipanggil menemui presiden.
"Komisi Pemberantasan Korupsi yang diminta Jokowi ikut menyeleksi calon menteri memang selektif untuk mafia-mafia lainnya, tapi tidak untuk mafia neolib," kata pengamat politik dari Universitas Prof. DR. Moestopo, Lukman Hakim M.Si, kepada
RMOL, Rabu (22/10).
Padahal, lanjut dosen fakultas ilmu sosial dan politik ini, mafia-mafia yang memaksakan paham ekonomi neoliberalis ke dalam peraturan dan perundang-undangan Indonesia tersebut lebih berbahaya daripada bentuk mafia lainnya.
"Jokowi disandera neolib di Istana. Relawan dan rakyat harus bantu Jokowi melepaskan dari drama penyanderaan itu," tegasnya.
Dia sudah menduga bahwa sejak awal Rumah Transisi Jokowi-JK yang berisi kaum pro kepentingan asing sudah "menongkorongi" Istana 24 jam tiap hari.
"Ini permainan kelompok neolib yang sangat luar biasa. Kita serukan kepada rakyat untuk bersama-sama mengawal agenda rakyat supaya tidak dibajak oleh kelompok Mafia Neolib," seru Lukman.
[ald]