Iwan Ratman Dianggap Lebih Baik dari Kuntoro dan Raden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 21 Oktober 2014, 20:34 WIB
Iwan Ratman Dianggap Lebih Baik dari Kuntoro dan Raden
iwan ratman/net
rmol news logo Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) secara khusus menyoroti tiga nama dalam perebutan kursi Menteri ESDM yakni Raden Priyono, Kuntoro Mangkusubroto dan Iwan Ratman.

Dalam rilisnya, PKKPI menyebut sosok Iwan Ratman memiliki kriteria untuk menduduki kursi panas tersebut dibanding Raden Priyono dan Kuntoro.

"Untuk menteri ESDM, Iwan lebih masuk kriteria. Kuntoro terlalu tua, bukannya Jokowi ingin yang muda yang energik? Raden juga tua, masalahnya juga besar," ujar Direktur Eksekutif PKKPI, Aendra Medita di Jakarta, Senin, (20/10).

Dia menyebut Raden Priyono berbahaya. Ia menilainya, sosok itu adalah "koruptor ulung" yang telah merugikan negara triliunan rupiah. Misalnya, dalam penyewaan kapal angkutan migas Joko Tole yang merugikan negara sebesar Rp 7 triliun. Ia juga disebut-sebut korupsi uang sewa Wisma Mulia sebesar Rp 307 miliar. Raden Priyono merupakan mantan pejabat yang mengepalai Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) 2008- 2012 dan akhirnya digantikan Rudi Rubiandini.

"Ia (Raden) di-back up sebagai calon Menteri ESDM oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono. Sementara, Kuntoro Mangkusubroto adalah produk orde baru yang pernah menjabat UKP4,: katanya.

Kuntoro adalah mantan Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia di era Kabinet Reformasi Pembangunan dan juga mantan Direktur Utama PLN tahun 2000-2001. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pelaksana pemulihan kawasan Aceh dan Nias setelah tsunami 26 Desember 2004. Saat ini ia juga menjabat sebagai salah satu anggota Teman Serikat Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan. Selain dianggap produk orde baru, usianya pun tidak sesuai keinginan presiden Jokowi.

Sementara itu, Praktisi Hukum, M. Zakir Rasyidin pun memberi nada komentar sama. Ia menyatakan bahwa pos Kementerian ESDM sangat tidak layak disandang oleh kedua orang itu. Mereka patut diduga bagian dari integral rusaknya tata kelola migas dan tata kelola energi nasional.

"Mereka sudah diberi kesempatan untuk menata ulang serta memperbaiki tata kelola migas. Namun kenyataanya, justru ketika mereka mengisi pos-pos strategis di Kementerian ESDM, mafia migas makin menggurita dalam sistem ekonomi politik," terangnya.

"Sedangkan Iwan Ratman yang masuk bursa lebih baik secara usia dan kapabilitas. Ia sangat layak mengisi pos Kementerian ESDM," tambahnya. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA