"Tidak bisa disangkal, pandangan itulah yang menonjol di media massa dan masyarakat. Sebetulnya kalau curhat dalam arti langsung, atau lewat media sosial, itu kurang pantas," kata wartawan senior, Budiarto Shambazy, saat menghadiri dialog "Berpisah dengan SBY" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/10).
Budiarto sendiri mengaku banyak menerima keluhan dari kalangan wartawan. Yang dkeluhkan adalah Presiden SBY kurang memberi ruang tanya jawab dalam kesempatan konferensi pers. Dengan demikian, kelihatan seakan SBY menutupi akuntabilitasnya. Padahal akan lebih transparan kalau SBY sering bicara tanya jawab dengan media massa
"Dia (SBY) lebih suka curhat lewat media sosial. Padahal kalau ada sesi tanya jawab akan kelihatan lebih
genuine (asli). Beberapa sesi wawancara SBY di
youtube itu kan bukan tanya jawab, itu searah. Kita tidak yakin itu yang mewawancara adalah wartawan, jadi tidak kritis dan pertanyaan sudah diatur," ujarnya.
Budiarto menambahkan, jika membahas kemampuan SBY dalam memimpin Indonesia, ia menilai SBY tak bisa diragukan karena mampu bertahan 10 tahun masa jabatan. Tetapi sayangnya, SBY selalu bersikap ingin menyenangkan semua pihak sehingga kelihatan kurang tegas.
"Sayangnya, dia hanya ingin membuat senang semua orang dan akhirnya semua orang jadi kurang senang sama dia," tandas Budiarto.
[ald]
BERITA TERKAIT: