
Kesediaan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menerima kedatangan presiden terpilih yang menjadi rivalnya di Pilpres 2014, Joko Widodo, kemarin, adalah contoh sikap negarawan yang patut dipuji.
"Ini menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin bangsa ke depan. Prabowo menghilangkan rasa sakit, marah dan benci terhadap Jokowi karena merasa dihianati di masa lalu, demi kepentingan bangsa lebih besar," kata politisi senior Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada
RMOL, beberapa saat lalu.
Prabowo sebetulnya pantas sakit hati karena sudah membesarkan nama Joko Widodo dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 dengan modal politik dan finansial yang tidak sedikit. Tetapi, Prabowo dan tentunya juga Jokowi, menyadari pentingnya rasa persatuan itu ditunjukkan di hadapan seluruh rakyat. Prabowo menunjukkan bahwa seluruh kompetisi politik sebagai akibat rivalitas Pilpres lalu sudah mesti diakhiri.
"Sekarang ini bangsa Indonesia harus bisa menunjukkan pada negara-negara lain, bahwa demokrasi Indonesia bisa menjadi contoh. Pendeknya, Prabowo telah mengukir nama nya sbg negarawan besar sekarang," tegasnya.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: