"Kami sudah tahu akan begini,
feeling politik jalan juga. Kan sudah kelihatan di rapat konsultasi, mereka ajukan opsi sepuluh syarat itu. Begitu kami terima mestinya komunikasi berjalan baik, tapi kok tiba-tiba menjauh," ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR, Marwan Jafar, kepada
RMOL di sela peluncuran buku karya As'ad Said Ali yang berjudul "Al Qaeda: Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya", di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat malam (26/9).
Mengenai kecaman dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Umum Demokrat atas sikap
walk out anak buahnya di DPR RI, Marwan tidak mau ikut campur. Dia serahkan ke masyarakat untuk menilai apakah SBY sedang bersandiwara atau serius.
"Saya tidak tahu itu, urusan Demokrat. Saya tidak mau komentar, tapi silakan publik dan pers menilai," ungkapnya.
Selanjutnya, Marwan mempersilakan masyarakat mengajukan judicial review ke Mahkamah Konsstitusi terhadap UU Pilkada yang mengembalikan Pilkada ke DPRD.
"Semua warga negara berhak gugat ke MK," terangnya.
Sementara ini, partai politik yang mengawal opsi Pilkada Langsung masih mempertimbangkan apakah akan mengajukan gugatan ke MK atau tidak.
"Bisa saja yang setuju pilkada langsung, sedang kami pelajari. Kalau yang lain sudah banyak ajukan, tapi kami sendiri sedang pelajari. Dan kalau memungkinkan akan kami ajukan gugatan ke MK," tandasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: