Pakar komunikasi dari Universitas Andalas Padang, Yuliandre Darwis, Ph.D, mengatakan, meski elit Demokrat memberikan sinyal merapat ke Jokowi-JK, hal itu belum bisa dikatakan keputusan partai, karena komando Demokrat hanya ada di tangan SBY.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin sudah memberikan sinyal bakal bergabung dengan Jokowi-JK. Mereka mengatakan, selama pemerintahan mendatang bisa melanjutkan program-program SBY, maka mereka akan mendukungnya.
"Sebenarnya mereka tidak bisa bermanuver sendiri, Demokrat itu milik SBY," ujar Yuliandre kepada redaksi, Kamis (7/8).
Yuliandre yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) ini mengatakan, Ketua Umum Partai Demokrat SBY relatif tidak ada masalah dengan Jokowi dan JK. Pintu masuk Demokrat bergabung dengan pemerintahan Jokowi-JK pun terbuka lebar. Namun, lanjut Yuliandre, yang jadi hambatan bagi Demokrat dan SBY bergabung adalah, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sudah pengetahuan umum, hubungan SBY dan Mega selama ini tidak berjalan dengan baik.
[rus]
BERITA TERKAIT: