"Kunci kemenangan Jokowi bukan pada peran neolib di tim suksesnya, tapi pada kesukaan rakyat jelata pada Jokowi. Justru kalau orang neolib diakomodir di dalam pemerintahannya maka dukungan rakyat akan berbalik arah menjatuhkan Jokowi," tegas eksponen gerakan reformasi 98, Lukman Hakim, kepada
Rakyat Merdeka Online, Selasa (5/8).
Menurut Lukman, kelompok relawan secara konkret lewat media sosial, diskusi, dan hubungan kemasyarakatannya yang masih berjalan, terus mendorong agar Jokowi jauh dari pengaruh kelompok anti nasionalis.
"Perlu diingat dan diwaspadai dalam konteks sekarang ini, fanatisme pasar dan fanatisme agama. Itu yang jadi kewaspadaan republik ini. Fanatisme pasar adalah kelompok liberalisme di belakang Jokowi. Fanatisme agama itu bentuknya seperti sekarang ISIS," ujarnya.
Menurut pengajar ilmu politik itu, dua kelompok itu saling memperhatikan di masa Pilpres. Apalagi, setelah Jokowi diumumkan sebagai pemenang oleh KPU.
"Jokowi harus waspada. Dia sudah jadi magnet kepentingan. Kelompok fanatisme agama pun sudah mendekati dia. Kalau Jokowi ada di bawah pengaruh mereka, akan sulit wujudkan kepentingan nasional berdasarkan Pancasila dan Trisakti Bung Karno," tegas Lukman.
[ald]