PILPRES 2014

Lagi-lagi, Jokowi Ingkar Janji

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 12 Juni 2014, 02:02 WIB
Lagi-lagi, Jokowi Ingkar Janji
rmol news logo Satu lagi janji yang diingkari Jokowi. Jokowi pernah berjanji akan mundur dari jabatan Gubernur DKI bila maju sebagai calon presiden, tapi nyatanya tidak dilakukan.

Jokowi pernah menandatangani perjajian yang isinya akan siap dan bersedia mundur dari jabatan gubernur DKI bila maju sebagai calon presiden. Dari informasi yang dihimpun redaksi, perjanjian tersebut dilakukan Jokowi dengan Partai Gerindra sebelum Pilkada DKI 2012 digelar.

Perjanjian dituangkan secara tertulis dan ditandatangani Jokowi dan Ketua DPD Gerindra Jakarta M. Taufik.

Gerindra merupakan partai pengusung Jokowi di Pilkada DKI. Kabarnya, Jokowi mengemis-ngemis kepada Prabowo untuk bisa didukung jadi cagub. Pentolan Gerindra Prabowo Subianto merayu Megawati Soekarnoputri agar mau mencalonkan Jokowi. Rayuan yang sama kabarnya juga datang dari pentolan PPP Djan Faridz.

Setelah itu, nama Jokowi yang saat itu menjabat Walikota Solo menggeser nama Mayjen (Purn) Adang Ruhiyatna yang sebelumnya santer akan dicalonkan PDIP dalam Pilgub.

Kenapa tidak bersedia mundur?

Jokowi punya alasan hukum. Setelah resmi dicalonkan PDIP, Jokowi bersikeras bahwa tidak ada aturan yang mewajibkan dirinya mundur jika maju sebagai capres. Sebagai kepala daerah, Jokowi menegaskan dirinya cukup meminta izin dari Presiden dan mengambil cuti. Beda dengan seorang menteri.

Bagi Jokowi, nampaknya, kesepakatan yang dia teken dengan M. Taufik tidak punya kekuatan hukum.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA