Hati-hati, Sengkuni SBY Mulai Merapat ke Capres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 20 April 2014, 09:30 WIB
Hati-hati, Sengkuni SBY Mulai Merapat ke Capres
foto:net
rmol news logo Kebiasaan buruk muncul lagi menjelang peralihan kekuasaan di negara ini. Para calon presiden (capres) dan tim sukses harus ekstra waspada karena para Sengkuni yang selama ini menyanjung dan menjilat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sedang bergerilya mendekati calon penguasa baru.

"Mereka mulai berkhianat demi kekuasaan. Para Sengkuni itu mulai aktif blusukan ke kelompok-kelompok politik yang diprediksi bakal ikut gerbong pemerintah baru," ujar Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulis (Minggu, 20/4).

Bamsoet, begitu ia disapa, mengatakan bahwa jelang berakhirnya kekuasaan Presiden SBY pada Oktober 2014, perilaku 'all the president’s man' atau orang-orang dekat presiden yang selama ini dikenal sebagai Sengkuni, telah menjelma menjadi Brutus. Alih-alih berterimakasih pada SBY, para sengkuni ini malah mengibaratkan Cikeas sebagai tanah yang tandus.
 
"Fokus para Sengkuni itu adalah menghalalkan segala cara agar bisa memperoleh jabatan di pemerintahan baru, atau minimal tetap berada di ring satu istana. Demi target itu, para sengkuni akan berperangai layaknya Brutus, yang tak segan-segan untuk menciderai karakater atau menista SBY," tegasnya.
 
Fenomena evolusi Sengkuni menjadi Brutus sebenarnya telah terlihat sejak tahun lalu. Setidaknya pada Oktober 2013, lanjut Bamsoet, tercatat tiga kali percakapan rahasia Presiden SBY melalui pesan singkat seluler bocor ke media.

Begitu pula ketika belum lama ini ada seorang kepala lembaga yang dulu begitu setia dan memuji-muji SBY, sehingga dia diberi jabatan. Kini berbalik menyerang dan mengkritik kebijakan mantan majikannya itu. Bahkan sekarang dia tak malu-malu memuji-muji ketua umum partai yang capresnya selalu menempati rangking teratas dalam berbagai survei tersebut.

"Yang lebih celaka, cerita buruk yang masuk klasifikasi rahasia justru dibuka dan dijadikan ’ barang dagangan’ oleh para sengkuni untuk mendapatkan simpati dari calon penguasa baru. Jadi, hati-hatilah para capres/cawapres dan timses nya. Karena bukan tidak mungkin, mereka akan berkhianat kembali," tandas anggota Komisi III DPR RI tersebut. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA