"Indonesia hebat. Kapan? Ketika 2004, income per kapita Indonesia baru $1100, meningkat 2004-2014 menjadi $4000. Mudah2an tambah hebat lagi," ujar dia leawat akun twittwrnya
@dipoalam49 kemarin (Minggu, 6/4).
Tidak hanya itu kata Dipo, ada 25 momen lainnnya yang menujukkan Indonesia menjadi negara hebat di bawah kepemimpinan SBY. Yaitu, ekonomi Indonesia masuk 20 terbesar di dunia, hutang IMF karena krismon sudah dilunasi pada tahun 2007 lalu, dan bahkan IMF minta Indonesia membantu memberi pinjaman kepada mereka, serta dibubarkannya lembaga donor IGGI/CGI.
"Ketika 2004-2014 teroris spt 2x bom Bali, bom Mariott, bom Kdubes Aust diredam&diapresiasi msyrkt&negara2 sahabat. Indonesia hebat. Kapan? Ketika 2004-2014 tak ada sejengkal tanah&perairan RI lepas dr NKRI,tdk lepas spt Timtim,Sipadan&Ligitan sblm 2004," sambung dia.
Indonesia hebat lainnya, lanjut Dipo, ketika pada 2004 rasio hutang terhadap PDB kita sebesar 56 persen terus menurun hingga 24 persen pada 2013. Indonesia hebat ketika konflik vertikal di Aceh yang terjadi 32 tahun dapat diredam, begitu juga konflik horizontal Poso dan Ambon.
"Indonesia hebat ketika krisis ekonomi dunia sejak 2008, pertumbuhan Indonesia rata2 6%,nmr 2 stlh RRT, di antara negara2 G-20. Ketika pemberantasan korupsi agresif tanpa pandang bulu berlanjut, kader2 parpol partai besarpun terhukum olh KPK. Ketika pemberantasan korupsi agresif tanpa pandang bulu berlanjut, kader2 parpol partai besarpun terhukum olh KPK. Ketika PBB&lmbg internl multilateral tawarkan rekonsiliasi RI-Timor Leste,Indonesia tolak, ptskn bilateral RI&TL," ungkapnya.
Selanjutnya, kata anak buah SBY ini, Indonesia hebat itu ketika volume APBN tumbuh 4,5 kali lipat tahun 2014, dibanding ketika 2004. Ditambah gedung sekolah, rumah sakit dan gaji naik. Dan ketika APBN relatif cukup. Alutsista TNI/Polri bertambah dan tidak ada embargo, serta masyarakat internasional percaya peran RI di dunia.
"Ketika RI sukses jadi ketua & laksanakan summit ASEAN, APEC,East Asia. Kepala negara asing minta jumpa&kunjungi RI. Ketika pendapatan negara 2004 Rp 403 T, 2013 naik jadi Rp 1.502 T. Pembiayaan LN 2004 Rp 28.1 T; 2013 turun Rp 16.9 T. Dan ketika 2004-2014, 259 kepala negara jumpa Presiden RI, & 115 pemimpin itu datang ke Indonesia. Indonesia dihormati," beber Dipo.
Tidak sampai di situ, Dipo juga menerangkan, Indonesia hebat ditandai ketika teroris eksporan dari luar seperti Dr Azhari dan Noerdin M Top tamat riwayat dan perannya di Indonesia. Selanjutnya ketika operasi pembebasan awak kapal MV Sinar Kudus di Somalia yang dibajak perompak berhasil dilaksanakan.
Ia juga menambahkan, Indonesia hebat itu ketika pada 2004 anggaran infrastruktur baru Rp 8,1 triliun, sedangkan pada saat ini sudah menjadi Rp 87 triliun. Ketika 2004 anggaran pendidikan Rp 78 triliun, 2014 naik jadi Rp 369 triliun, dengan begitu murid yang pandai juga bakal tambah dan rakyat tambah sejahtera. Selanjutnya ketika investor percaya invetasi di Indonesia tambah baik. 4,6 persen 2000-2004, naik 5,6 persen 2005-2009, dan naik 6,3 persen 2010-2012. Dan ketika Indonesia 2013 surplus beras 8,9 juta ton dimana pada 2004, impor beras 200 ribu ton.
"Indonesia hebat. Kapan? Ketika program beasiswa Bidikmisi Kemendikbud sejak 2010. Akan lebih hebat lagi bila berlanjut. Ketika anak2 kaum dhuafa berpotensi bisa mendptkan beasiswa Bidikmisi. Ketika beasiswa Bidikmisi bantu mahasiswa yg orangtuanya tdk mampu. Dan ketika RI punya bandara yang punya ARS seperti di Kualanmu,Sumut," demikian Dipo dalm twitt-nya
@dipoalam49.
[rus]
BERITA TERKAIT: