Demikian disampaikan Dewan Pembina sekaligus Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo dalam taushiyah kebangsaan pada 'Malam Cinta Rasul' di lapangan Mengger, Pandeglang, Banten, Kamis malam (27/3).
"Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Indonesia juga merupakan negara dengan ratusan juta penduduk yang majemuk. Pesanteren dan santri memainkan peran sentral dalam persatuan bangsa yang majemuk ini. Tanpa persatuan tidak mungkin pembangunan bisa dilakukan," jelas Edhie.
Terkait jumlah santri di Indonesia sebanyak 6 juta dari 27 ribu pesantren, Edhie menyatakan para santri adalah kekuatan luar biasa Indonesia yang tidak dimiliki negara lain.
"Jumlah santri dan santriwati yang luar biasa besar ini merupakan modal utama Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar. Mari kita bangun Indonesia dengan menjaga kerukunan dan kedamaian yang dimulai dari rumah dan keluarga kita sendiri," himbau Edhie dalam rilisnya.
Acara 'Malam Cinta Rasul' juga diisi oleh dakwah dan taushiyah yang dilakukan oleh Ustadz Solmed, Anggota DPR RI, KH. Qomarudin. Sementara pembacaan Kalamullah ayat-ayat Al-Quran dilakukan oleh Qari Internasional, K.H. Mu'ammar ZA.
Dalam kesempatan ini Edhie didaulat untuk turut menandatangani 'Ikrar Malam Cinta Rasul' yang isinya komitmen untuk menjalin kebersamaan dalam semangat persatuan dan kesatuan dalam menjalani pembangunan sesuai teladan yang diberikan Nabi Besar Muhammad, dalam bingkai NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945. Acara 'Malam Cinta Rasul' ditutup dengan pembacaan Shalawat Nabi yang dipimpin oleh Pendekar Sholawat K.H. Salimul Apip selama dua jam tanpa henti.
[rus]
BERITA TERKAIT: