Misalnya buat warga penghuni rumah susun hunian dan non hunian. Mereka berharap ketidakadilan dan kriminalisasi yang mereka rasakan belasan tahun di zaman 'Jakarta Lama' segera berakhir. Namun, keadilan itu tak kunjung tiba seperti penghuni ITC Mangga Dua. Padahal Jokowi sudah blusukan ke lokasi dan beberapa kali mengundang warga ITC Mangga Dua ke Balaikota.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Effendi Ghozali, mengaku, secara umum terpilihnya Jokowi dan Ahok memberikan harapan baru dengan jargon 'Jakarta Baru'. Tetapi poin lain yang harus dilihat, apakah warga ikhlas "membiarkan" Jokowi nyapres.
"Apa benar warga Jakarta merelakan Jokowi meninggalkan Jakarta?," kata Effendi Ghozali saat dihubungi, Jakarta, Selasa (18/3).
Ia menegaskan, semua pihak harus melihat secara fair terhadap kepemimpinan Jokowi di Jakarta selama kurang lebih 1,5 tahun. Dengan pencapresan Jokowi ini, kata Effendi, dapat berimbas pada antipati warga terhadap dirinya.
"Media harus fair, warga Jakarta merasakan belum banyak memperoleh pemerintahan Jokowi-Ahok? Harus direkam secara baik dan harus fair. Bukan berarti saya tidak mendukung Jokowi sebagai capres," jelas Effendi.
Effendi menambahkan, politisi PDI Perjuangan itu dalam memerintah Jakarta dikenal dengan gaya blusukannya. Dalam setiap blusukan, satu dua atau bahkan lebih janji Jokowi memberikan harapan bagi warga Jakarta. Namun, semuanya belum terealisasikan.
Seperti diketahui, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan mandat kepada Jokowi sebagai calon presiden pada Juli 2014 nanti.
[rus]
BERITA TERKAIT: