Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Triwisaksana atau Bang Sani, ada tiga alasan mengapa pencapresan Jokowi yang baru memimpin Jakarta kurang dua tahun disebut memberikan pendidikan politik yang buruk.
Pertama, Jokowi terkesan lari dari komitmen dan tanggung jawabnya terhadap Ibukota, padahal belum selesai mengabdi satu periode seperti janji kampanyenya, 2012 hingga 2017.
Kedua, pencapresan mantan walikota Solo itu tidak bagus, karena jabatan publik, dalam hal ini gubernur Jakarta telah dijadikan sebagai batu loncatan demi kepentingan politik.
Ketiga, kata Bang Sani, sebaiknya seorang pemimpin itu dicalonkan berdasarkan kinerja dan program, bukan pencitraan.
"Pemimpin dicalonkan hanya berdasarkan citra, tidak kinerja. Karena macet dan banjir Jakarta justru makin tidak jelas pengelolaannya saat ini," pungkas Bang Sani yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini (Selasa, 18/3).
[rus]
BERITA TERKAIT: