"Ayahnya Atut mengembangkan
local wisdom. Dia juga suka perform di acara-acara dan buat komunitas (adat Banten)," ujar jurubicara Keluarga Atut, Fitron Nur Ikhsan dalam diskusi 'Dinasti Atut Cenat Cenut' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (12/10).
Berawal dari sana, banyak warga Banten yang mengenal ayah Atut dan menjadi anggota perkumpulannya. Aksi ayah Atut itu dilakukan lama sebelum adanya reformasi alias tanpa mengetahui akan adanya pilkada langsung.
"Awalnya, Atut dicalonkan sebagai Wakil DPRD oleh PPP (Partai Persatuan Pembangunan), belum berani jadi gubernur," sambung mantan politisi ini.
Fitron menambahkan, kemenangan Atut dalam pilkada itu sangat wajar, karena memang punya massa yang diwariskan ayahnya itu. "Jadi pas maju sebagai calon gubernur dan menang, wajar karena memang punya
grass roots," katanya.
Kondisi inilah yang turut membuat pesaing Atut lainnya gagal dalam pilkada itu.
Usai diskusi, Fitron juga menyampaikan kenaikan harta Atut adalah karena harta waris yang diterima dari ayahnya. Namun, dia menegaskan, harta tersebut bersifat tetap dan tidak bergerak.
[ian]
BERITA TERKAIT: