"Kami masih ingat tsunami yang terjadi beberapa tahun lalu. Kalau merasakan gempa kami segera lari menyelamatkan diri," kata warga Widarapayung, Cilacap, Ahmad Mufid, Jumat (14/6).
Mufid menambahkan, puluhan warga sempat berkerumun di perempatan Widarapayung hendak menyelamatkan diri. Namun setelah diberitahu bahwa gempa ini tidak menimbulkan tsunami, mereka kembali ke rumah masing-masing.
Seperti diinformasikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 6,5 skala ritcher berpusat di 10,35 lintang selatan dan 107,04 bujur timur, dengan jarak 336 kilometer barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat di kedalaman 57 kilometer.
Kendati sempat membuat panik warga Cilacap, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengkonfirmasi bahwa gempa ini dirasakan warga Cilacap namun tidak sampai menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum maupun milik warga.
"Kami sudah mengecek ke seluruh kecamatan. Tidak ada kerusakan maupun korban jiwa," ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Wasi aryadi di Cilacap.
BPBD mengimbau agar warga tetap waspada seandainya terjadi gempa. Sebab saat ini intensitas hujan masih tinggi sehingga beberapa wilayah perbukitan rawan longsor. Wilayah yang rawan longsor terutama di Cilacap bagian barat.
"Gempa bisa memicu terjadinya longsor. Kami minta masyarakat tetap waspada," katanya
.[wid]
BERITA TERKAIT: