"Tarif pajak yang tinggi akan membatasi kemampuan konÂsumen membeli sedan. Namun, jika pajak direlaksasi, pasti akan mendorong penjualan," ujar Direktur Administration, Corporate & External Relations PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam di Jakarta, belum lama ini.
Untuk diketahui, dalam beÂberapa tahun terakhir, penjualan sedan terus tergerus, bertolak belakang dengan pasar yang stabil. Salah satu pemicunya adalah harga yang mahal, akiÂbat dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 30 persen.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga Juli 2017, penjualan sedan turun 25 persen menjadi 6.375 unit, dibandingkan periode sama tahun lalu 8.475 unit. Padahal, pasar mobil tumbuh 4,2 persen menjadi 618.984 unit. PenÂjualan sedan juga sangat jauh di bawah low multi purpose vehicle (MPV) sebanyak 143.650 unit, MPV 48.450 unit, low sport utility vehicle (LSUV) 58.552 unit, dan SUV 36.421 unit.
Dengan penurunan PPnBM, harga sedan dapat bersaing dengan beberapa jenis mobil lain, seperti MPV, hatchback dan LSUV. Alhasil, penjualan berpoÂtensi naik. Kendati begitu, Bob enggan menyebutkan berapa potensi kenaikan penjualan seÂdan, setelah PPnBM dipangkas. "Penurunan PPnBM sedan akan berdampak positif terhadap inÂdustri otomotif," katanya.
Bob menilai, ada beberapa pekerjaan rumah (PR) IndoneÂsia untuk menggenjot ekspor. Pertama adalah menjalin perdaÂgangan bebas (free trade agreeÂment) dengan sejumlah pasar potensial. Selain itu, diperlukan pendalaman industri untuk menÂgerek daya saing. "Jadi, belum tentu ekspor naik, setelah pajak dipangkas. Ada banyak hal yang perlu diperbaiki, termasuk ranÂtai pasokan industri otomotif," papar dia.
Saat ini, TMMIN merakit seÂdan Vios, yang dipasok ke pasar domestik dan ekspor. Adapun sedan-sedan lain yang dipasarÂkan di Indonesia kebanyakan diimpor dari Thailand.
Sebelumnya, Ketua I GaiÂkindo Jongkie Sugiarto meÂnyatakan, agar industri otoÂmotif tumbuh berkelanjutan, pihaknya meminta pemerintah segera menurunkan PPnBM seÂdan. Hal ini dapat menggenjot ekspor industri mobil, lantaran penjualan sedan di pasar doÂmestik naik.
Jika domestik sudah kuat, dia menyatakan, Indonesia berÂpeluang menggenjot ekspor sedan dengan volume tinggi. SeÂlama ini, Indonesia adalah basis produksi MPV. Namun, mobil ini kurang laku di pasar ekspor. Mobil yang banyak diburu pasar ekspor adalah sedan. ***
BERITA TERKAIT: