Penurunan tersebut, lantaran adanya kebijakan baru peÂmeÂrinÂtah yang dinilai memberatkan inÂdustri otomotif. Kebijakan terÂsebut tentang uang muka (
down payment/DP) kenÂdaÂraan 25 perÂsen yang telah meÂmuÂkul industri sepeda motor. DiÂtambah bea maÂsuk antidumping baja lembar canai dingin (CEC) yang bakal diterapkan tahun ini.
Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, penÂjualan motor tahun ini akan meÂngalami penuÂrunan dibanding taÂhun sebeÂlumnya. Padahal, pasar industri motor Indonesia sangat pesat. Bahkan, Indonesia peringÂkat keÂtiga setelah China dan InÂdia. KaÂpasitas produksinya sudah menÂcapai 8,5 juta unit.
“Kebijakan baru pemerintah membawa dampak buruk bagi pertumbuhan industri motor taÂhun ini sehingga penjualan seÂpeda motor diprediksi
flat 6 juta unit,†kata Gunadi di Jakarta, Kamis (21/2).
Kondisi ini pun, kata dia, membuat para pengusaha ketar-ketir. Banyak pengusaha yang mulai mempertimbangkannya, dan berharap akan ada peningÂkatan penjualan tahun ini.
“Meskipun begitu, kita sebeÂnarnya masih memiliki sedikit harapan sehubungan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang bisa mendorong daya beli masyarakat,†katanya.
Wakil Ketua AISI, Johannes Loman menuturkan, penurunan yang terjadi di awal-awal tahun ini berdampak pada
market setaÂhun ke depan. Dia berharap, daya beli masyarakat bisa naik, kaÂrena pendapatan juga meningÂkat deÂngan adanya keÂnaikan UMP.
“Karena itu, saya bilang ini
baÂlance. Jadi penjualan kita tahun ini
flat,†katanya saat dikontak
Rakyat Merdeka, kemarin.
Sementara, inflasi tahun ini, kaÂtanya, tidak akan berdampak terÂlalu besar pada penjualan sepeda motor, kecuali sudah lebih di atas dua digit.
Loman yang juga menjabat Vice President Executive, PT Astra Honda Motor (AHM) ini meÂngaÂtakan, kondisi ini juga berÂpeÂngaruh bagi penjualan AHM. Namun, ia belum bisa mempÂreÂdiksi seberapa besar pengaruhnya terhadap penÂjualan AHM.
“Sama seperti tahun sebeÂlumÂnya, AHM selalu mengambil jatah
market share 60 persen dari target yang diberikan oleh AISI. Kalau ditargetkan 6 juta unit, ya kami mengambil target sekitar 3,6 juta unit. Sedangkan tahun lalu, target penjualan 7,1 juta unit, kami mamÂpu membukukan penÂjualan sekitar 4,08 juta unit,†kata Loman.
Tahun ini, AHM masih mengÂandalkan penjualan dari segmen model skuter otomatik atau skuÂtik, yang tahun lalu laris terjual 69,9 persen dari total penjualan Honda. Di segmen sepeda motor bebek, AHM berhasil menjual sebanyak 1,05 juta unit atau 25,9 persen.
“Meski pasar sepeda motor secara keseluruhan tahun lalu turun, namun pasar sepeda motor
sport tetap tumbuh 18 persen. Kami optimis permintaan pasar motor masih mengalami pertumÂbuhan,†yakinnya.
General Manager Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia, Eko Prabowo optimistis pasar sepeda motor akan tetap baik, meski adanya kebijakan baru pemerintah. “Yamaha tetap yakin pasar roda dua bakal tumbuh baik,†ujar Eko kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Direktur Pemasaran PT YaÂmaha Indonesia Motor ManuÂfacturing (YIMM) Sutarya berÂharap, penjualannya bisa naik 20 persen. Kalau pun target tersebut tercapai, kata Sutarya, hal ini karena ditopang dengan beberapa model baru Yamaha tahun ini. Di antaranya, 2 skutik baru, yakni Xeon RC dan Mio GT sebagai pembuka awal tahun Yamaha di Indonesia. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: