Produsen mobil menilai, rencana pembatasan pelat nomor ganjil genap di beberapa ruas jalan di Jakarta, tidak akan mengganggu penjualan kendaraan. Regulasi itu juga dikritik belum bisa mengurai kemacetan.
Makanya, Agen Pemegang MeÂrek (APM) belum akan meÂlaÂkukan langkah antisipasi deÂngan merevisi target penjualan di 2013, sebelum kebijakan terÂÂseÂbut beÂnar-benar berjalan.
Wakil Presiden Direktur NisÂsan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan mengaku tak khaÂÂwatir tenÂtang pembatasan pelat nomor. Pasar otomotif diÂyakini akan terus tumbuh seÂiring memÂbaiknya perÂekoÂnoÂmian naÂsional.
“Saya sendiri belum paham seÂperti apa mekanisme pelat noÂmor dan sejauh mana pengaÂwasan di lapangan,†kritik Teddy kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Teddy mengatakan, pembaÂtasÂan pelat nomor ini sama deÂngan aturÂan ‘Three In One’. NaÂmun, daÂlam praktiknya di laÂpangan pun tidak efektif.
“Saya kira untuk mengurai kemacaten tidak harus melaÂlui pembatasan pelat nomor. TaÂpi bagaimana membenahi sisÂtem transportasi di IbuÂkoÂta,†tegas Teddy.
Sebagai produsen, Nissan tak khawatir. Namun, perusahaan leÂbih khawatir dengan kenaikan bahan bakar dan kredit kendaÂraan karena aturan tersebut saÂngat mengganggu penjualan mobil hingga 20 persen.
â€Meski tak ada pengaruh, Pemerintah DKI Jakarta sebaikÂnya mengevaluasi aturan terÂsebut dengan memikirkan damÂpak sosial di masyarakat serta meÂngukur kesiapan infraÂstrukÂturÂnya,†warning Teddy.
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny DarÂmawan mengatakan, selama transÂportasi publik masih belum memenuhi standar kelayakan, kemacetan masih akan tetap terÂjadi. Hal itu akan meÂnimÂbulkan kecenderungan maÂsyaÂrakat unÂtuk memiliki keÂnÂdaÂraan pribadi.
â€Transjakarta saja jumlahnya masih terbatas. Banyak orang yang engÂgan naik. Alternatif lain pilih taksi, seÂmentara biaya taksi relatif mahal, sehingÂga orang berpikir daripada ongÂkos taksi mahal, mendingan diÂkumpulin buat nyicil mobil,†kata Johnny.
Ketua Gabungan Industri KenÂÂdÂÂaraan Bermotor Indonesia (GaiÂÂkindo) ini mengungkapkan, unÂtuk mengurai kemacetan di JaÂkarta tidak bisa hanya dengan pemÂbatasan nomor polisi. SeÂbab, permasalahan ada pada transÂportasi di Jakarta yang saÂngat kompleks.
“Justru yang perlu dilakukan adalah memperbaiki traffic maÂnagement, khususnya untuk angÂkutan umum. Misalnya, angÂkutan umum tidak boleh berhenti di semÂbarang tempat. Parkir tidak sembarangan dan mobil yang usianya di atas 10 tahun harus keluar dari Jakarta,†imbau Johnny.
Johnny mengatakan, TAM beÂlum akan merevisi target penÂjualan mobil pada 2013. Dengan berlakunya kebijakan pelat noÂmor ganjil dan genap, tentunya akan ada penyesuaian dari peÂrusahaan.
Direktur Pemasaran PT Astra Daihastu Motor (ADM) Amelia Tjandra menambahkan, pemÂbaÂtasan pelat nomor ganjil genap tak akan mengÂganggu industri otomotif. Tahun ini, penjualan mobil secara naÂsional mencapai 1,1 juta unit, melebihi target awal 1 juta unit.
“Kebijakan ini masih terbilang baru, perlu dicermati dan soÂsiaÂlisasinya juga belum diketahui. Jadi belum bisa dikatakan damÂpaknya ada atau tidak. Tetapi kalau dilihat dari pasar, kami opÂtimis tidak akan berpengaruh,†ujar Amelia.
Seperti diketahui, pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memÂberlakukan kebijakan pemÂbaÂtasan mobil dengan sistem pelat nomor ganjil-genap pada 2013. Pembatasan pelat nomor sebagai langkah untuk mengurai kemaÂcetan di Ibukota. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: