Aturan Ganjil Genap Di DKI Tak Pengaruhi Penjualan Mobil 2013

Transportasi Publik Masih Amburadul, Kemacetan Di Ibukota Sulit Diatasi

Senin, 31 Desember 2012, 08:21 WIB
Aturan Ganjil Genap Di DKI Tak  Pengaruhi Penjualan Mobil 2013
ilustrasi, macet
rmol news logo Produsen mobil menilai, rencana pembatasan pelat nomor ganjil genap di beberapa ruas jalan di Jakarta, tidak akan mengganggu penjualan kendaraan. Regulasi itu juga dikritik belum bisa mengurai kemacetan.

Makanya, Agen Pemegang Me­rek (APM) belum akan me­la­kukan langkah antisipasi de­ngan merevisi target penjualan di 2013, sebelum kebijakan ter­­se­but be­nar-benar berjalan.

Wakil Presiden Direktur Nis­san Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan mengaku tak kha­­watir ten­tang pembatasan pelat nomor. Pasar otomotif di­yakini akan terus tumbuh se­iring mem­baiknya per­eko­no­mian na­sional.

“Saya sendiri belum paham se­perti apa mekanisme pelat no­mor dan sejauh mana penga­wasan di lapangan,” kritik Teddy kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Teddy mengatakan, pemba­tas­an pelat nomor ini sama de­ngan atur­an ‘Three In One’. Na­mun, da­lam praktiknya di la­pangan pun tidak efektif.

 â€œSaya kira untuk mengurai kemacaten tidak harus mela­lui pembatasan pelat nomor. Ta­pi bagaimana membenahi sis­tem transportasi di Ibu­ko­ta,” tegas Teddy. 

Sebagai produsen, Nissan tak khawatir. Namun, perusahaan le­bih khawatir dengan kenaikan bahan bakar dan kredit kenda­raan karena aturan tersebut sa­ngat mengganggu penjualan mobil hingga 20 persen.

 â€Meski tak ada pengaruh, Pemerintah DKI Jakarta sebaik­nya mengevaluasi aturan ter­sebut dengan memikirkan dam­pak sosial di masyarakat serta me­ngukur kesiapan infra­struk­tur­nya,” warning Teddy.

Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Dar­mawan mengatakan, selama trans­portasi publik masih belum memenuhi standar kelayakan, kemacetan masih akan tetap ter­jadi. Hal itu akan me­nim­bulkan kecenderungan ma­sya­rakat un­tuk memiliki ke­n­da­raan pribadi.

 â€Transjakarta saja jumlahnya masih terbatas. Banyak orang yang eng­gan naik. Alternatif lain pilih taksi, se­mentara biaya taksi relatif mahal, sehing­ga orang berpikir daripada ong­kos taksi mahal, mendingan di­kumpulin buat nyicil mobil,” kata Johnny.

Ketua Gabungan Industri Ken­­d­­araan Bermotor Indonesia (Gai­­kindo) ini mengungkapkan, un­tuk mengurai kemacetan di Ja­karta tidak bisa hanya dengan pem­batasan nomor polisi.  Se­bab, permasalahan ada pada trans­portasi di Jakarta yang sa­ngat kompleks.

“Justru yang perlu dilakukan adalah memperbaiki traffic ma­nagement, khususnya untuk ang­kutan umum. Misalnya, ang­kutan umum tidak boleh berhenti di sem­barang tempat. Parkir tidak sembarangan dan mobil yang usianya di atas 10 tahun harus keluar dari Jakarta,” imbau Johnny.

Johnny mengatakan, TAM be­lum akan merevisi target pen­jualan mobil pada 2013. Dengan berlakunya kebijakan pelat no­mor ganjil dan genap, tentunya akan ada penyesuaian dari pe­rusahaan.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihastu Motor (ADM) Amelia Tjandra menambahkan, pem­ba­tasan pelat nomor ganjil genap tak akan meng­ganggu industri otomotif. Tahun ini, penjualan mobil secara na­sional mencapai 1,1 juta unit, melebihi target awal 1 juta unit.

“Kebijakan ini masih terbilang baru, perlu dicermati dan so­sia­lisasinya juga belum diketahui. Jadi belum bisa dikatakan dam­paknya ada atau tidak. Tetapi kalau dilihat dari pasar, kami op­timis tidak akan berpengaruh,” ujar Amelia.

Seperti diketahui, pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mem­berlakukan kebijakan pem­ba­tasan mobil dengan sistem pelat nomor ganjil-genap pada 2013. Pembatasan pelat nomor sebagai langkah untuk mengurai kema­cetan di Ibukota. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA